Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasusaku
Genre : Romance,Superanatural
Warning : agak ancur
Lautan darah menyebar luas di ruangan itu. Aroma semerbak khas darah menguar tajam. Diiringi suara denringan jam menggema memberikan syimphoni mengerikan untuk melengkapi malam sepi ini.
Seorang gadis kecil berumur 10 tahun menangis ketakutan di bawah meja. Kakinya ditekuk menyembunyikan wajahnya.Tubuhnya pun bergetar hebat,siapapun tahu bahwa gadis itu sedang ketakutan.
Ia mencoba mengangkat wajahmu, dengan mata membelalak,air matanya pun mengalir.
Ia bergumam " O...o...okaa-san. Aku takut.....,cepat bangun okaa-san.
Ia berdiri menghampiri mayat ibunya yang bergabung dengan mayat para tamu undangan
Flashback…
Seorang gadis kecil dengan rambut buble gum dan mata emerald sedang bercermin. Ibunya datang dan memegang pundaknya...
Ibunya berkata " Lihatlah Hime, betapa cantik
dirimu. Kau bagaikan peri kecil dari surga yang turun ke bumi.
"Sakurakan memang peri kecilnya Ka-san."
sahut gadis kecil itu.
Ia berbalik dan menghadap ibunya.Dan memperlihatkan senyum manisnya.
Ia berbalik dan menghadap ibunya.Dan memperlihatkan senyum manisnya.
Ibunya Mebuki Haruno menggandeng tangan anaknya,"
Ayo,semua pasti menunggu." ujar Mebuki sambil menggandeng putrinya keluar.
"Kaa-san,apakah pertemuan ini penting.Kenapa sampai Sakura harus ikut segala...???" tanya Sakura dengan wajah polosnya.
"Karena ini pertemuan antara sesama Hunter sayang.Kelak kau akan menjadi seorang Hunter yang hebat dan kuat seperti Tou-san mu nak." jawab ibunya sambil terus menggandeng anaknya menuju aula.
"Tapi Tou-san sudah meninggal Kaa-san.Kenapa Tou-san harus mati Kaa-san." tanya Sakura dengan wajah sendu.
Mebuki menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan berjongkok mensejajarkan tingginya dengan anaknya. Lalu ia membelai helaian lembut rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Hime dengarkan ya...!!! Tou-san mu gugur saat
bertugas membasmi para Vampire-vampire itu.Jadi Tou-san mu pasti bangga dan
senang di sana.Jadi kita di sini tidak boleh bersedih.Kita harus merelakan
kepergiannya.Sakura tidak maukan,kalau Tou-san sedih disana karena melihat Hime
yang masih murung karena kepergiannya."jelas Mebuki.
Sakura hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Nah,ayo kita ke aula.Mereka semua pasti menunggu."ujar Mebuki.Lalu ia berdiri dan menggandeng tangan putri kecilnya. Dan melanjutkan jalannya.
"Kaa-san,apa semua Vampire itu jahat..??? Dannnn....pantas dibunuh semuanya..???" tanya Sakura penasaran.
"Kau akan tahu semuanya nanti..." jawab ibunya.
Sakura hanya menggembungkan pipinya pertanda ia kesal dengan sikap ibunya.
Sebuah ruangan besar dengan interior mewah menghiasi ruangan itu.Para tamu undangan tampak sibuk dengan urusan sendiri.Ada yang bercakap-cakap, bersendau-gura,atau hanya sekedar menikmati hidangan.
Namu semua itu buyar dan mendadak sepi ketika sang tokoh utama datang. Tentu saja itu karena kedatangan Sakura dan Kaa-sannya.
"Para tamu undangan sekalian,perkenalkan....!!! Ini putriku dengan Kazashi Haruno.Namanya Sakura Harunon"ujar Mebuki sambil menujukkan putrinya.
"Mari kita mulai pertemuan ini" peritah Mebuki Haruno,sang pemimpin pasukan Hunter.
Namun tiba-tiba....!!!! Ada yang melempar seonggok mayat yang mengenaskan. Bagaimana tidak,tubuhnya kering dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar. Sontak kejadin itu membuat semua tercengang dan terjadi keriyuhan.
Mebuki mendekati mayat itu. Ia melihat ada tanda berupa titik berjumlah dua bersarang di lehernya.Seketika itulah ia tahu siapa biang keladinya. Yaaa,siapa lagi kalau bukan sang Vampire.
Ia berbalik dan hendak memberitahukan apa yang telah ia dapatkan.Namu naas,sebelum ia sempat membuka mulutnya,tubuhnya telah ditusuk oleh pedang tepat di jantungnya.Seketika itulah ia meninggal.
Sakura sang gadis kecil itu kaget.Matanya melebar. Ia hendak menghapiri ibunya,namun tubuhnya tak bisa digerakan.
"Aku datang untuk balas dendam.Karena kalian telah membunuh semua pasukanku."Ujar sang pembunuh yang tidak lain seorang Vampire.
Setelah mengucapkan itu munculah beberapa vampire yang siap membunuh.
Akhirnya terjadi peperangan di aula itu.Darah bercampur.Tak ada yang bisa membedakan lagi mana darah para Hunter dan darah para Vampire.
Para Vampire menang karena strategi yang telah disusunnya.Sakura yang sedari tadi sembunyi di bawah meja hanya diam gemetar sambil meneteskan air mata,Tangannya membekap mulutnya supya tak mengeluarkan suara.
"Tuan Orochimaru,semua telah dibereskan.Tapi sajak tadi saya tidak menjumpai anak dari Mebuki dan Kizashi Haruno." ucap sang vampire sambil membungkukkan badannya.
"Tak apa,sebentar lagi ia akan mati juga." jawab Orochimaru dengan seringai iblisnya.
"Kita pulang. Kita laporkan hasil kerja kita kepada tuan Uchiha Madara." perintah Orochimaru.
Lalu sekelompok Vampire itu pergi meninggalkan aula yang sudah menjadi lautan darah dan seorang gadis kecil yang ketakutan.
End of Flasback…..
Sakura tetap duduk takut disamping mayat ibunya.
Lalu ia merasakan ada yang menepuk pundaknya dari belakang.Sontak ia menoleh.
" Perkenalkan aku Kakashi Hatake. Aku adalah teman seperjuangan ibumu dan ayahmu. Aku selamat karena aku tak datang dalam acara ini."jelas Kakashi yang seolah mengerti akan pertanyaan Sakura nanti yang bertanya mengapa ia bisa selamat.
Kakashi mengeluarkan sebuah kotak pistol. Dalam kotak itu terdapat sepasang pistol perak dan hitam yang terhubung dengan rantai.
Ia memberikannya pada Sakura dan Sakura menerimanya.
Kakashi mengulurkan tangannya dan berkata " Ikutlah denganku. Kau tanggung jawabku sekarang. Jangan takut.Kau akan ku latih menggunakan benda itu.”
Sakura dengan agak ragu dan tangan gemetar menerima uluran tangan tersebut. Ia dan Kakashi berjalan keluar dan memasuki mobil milik Kakashi. Lau mobil itu tancap gas meninggalkan rumah yang aulanyasudah menjadi kuburan masal itu.
Di dalam mobil Sakura bergumam " Akan ku bunuh kalian semua,yang telah membuatku begini. Yaa...kalian para Vampire.
Dan itulah tekatnya, membalas kematian ibunya kepada para Vampire.
Ditempat lain, di Uchiha Mansion.
"Kami telah berhasil membunuh mereka semua tuan."lapor Orochimaru.
" Kerja bagus."ucap Madara dengan puas.
"Tapi kami belum berhasil membunuh putrinya,karena kami tak menemukannya." ujar Orochmaru
"Tak,apa. Dia akan mati menunggu gilirannya." jawab Madara dengan seringai iblisnya.
Lau muncullah seorah bocah 10 tahun dengan wajah datar,mata onyx tajam bagai elang,dan rambut raven mencuat ke belakang seperti pantat ayam.
"Dari mana kau cucuku..????" tanya Madara.
"Bukan urusanmu,kakek tua" jawab Uchiha Sasuke.
"Masih dingin rupanya..!!!" kekeh sang kakek.
"Suatu hari aku akan membunuhmu kakek tua,dengan tanganku. Membalas dendam atas kematian keluargaku karena kau bantai. Kenapa pada saat itu kau tak sekalian membunuhku..???" tanya Sasuke.
"Kau punya kekuatan besar cucuku,dan aku butuh itu..." jawab Madara dengan entengnya.
"Cih!" Sasuke mendecih dan memasuki kamarnya.
"Ha...ha...hahahahaha..." suara tawa Madara menggelegar mengerikan memenuhi Mansion itu.
6 Tahun kemudian...
Sinar purnama dan suara gagak yang saling bersahutan membawa kaki jenjang itu yang sedang memasuki gerbang sekolah dengan tulisan " Konoha High Academy". Rambut soft pinknya gerak mengikuti angin. Rok merak pendek kotak-kotak dengan atasan putih,dasi merah polos,dan blazer berwarna hitam.
Ia memasuk gerbang itu dengan mata emerlard menajam dan berkata" Aku datang menuntut balas atas perbuatan kalian, para Vampire..." ia menyunggingkan senyum sadisnya.
Di sisi lain dalam kelas...
Seorang pria berbadan tegap dan kekar, rambut raven dan mata elang sedang membaca buku. Lalu ia menyunggingkan seringai iblisnya" Permainan di mulai...."
Ia berjalan meninggalkan kelas yang masih sepi karena masih terlalu awal untuk bel berbunyi. Ia melewati koridor sepi yang mencengkam yang di dominasi dengan gelap yang hanya di temai cahaya bulan. Dengan santai ia melewatinya.Tak lupa ia menunjukkan mata merah semerah darah dan gigi taring tajam ketika ia membuka mulutnya untuk berkata" Ini akan menarik."
Lalu ia menghilang bersama kegelapan itu.
Sakura hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Nah,ayo kita ke aula.Mereka semua pasti menunggu."ujar Mebuki.Lalu ia berdiri dan menggandeng tangan putri kecilnya. Dan melanjutkan jalannya.
"Kaa-san,apa semua Vampire itu jahat..??? Dannnn....pantas dibunuh semuanya..???" tanya Sakura penasaran.
"Kau akan tahu semuanya nanti..." jawab ibunya.
Sakura hanya menggembungkan pipinya pertanda ia kesal dengan sikap ibunya.
Sebuah ruangan besar dengan interior mewah menghiasi ruangan itu.Para tamu undangan tampak sibuk dengan urusan sendiri.Ada yang bercakap-cakap, bersendau-gura,atau hanya sekedar menikmati hidangan.
Namu semua itu buyar dan mendadak sepi ketika sang tokoh utama datang. Tentu saja itu karena kedatangan Sakura dan Kaa-sannya.
"Para tamu undangan sekalian,perkenalkan....!!! Ini putriku dengan Kazashi Haruno.Namanya Sakura Harunon"ujar Mebuki sambil menujukkan putrinya.
"Mari kita mulai pertemuan ini" peritah Mebuki Haruno,sang pemimpin pasukan Hunter.
Namun tiba-tiba....!!!! Ada yang melempar seonggok mayat yang mengenaskan. Bagaimana tidak,tubuhnya kering dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar. Sontak kejadin itu membuat semua tercengang dan terjadi keriyuhan.
Mebuki mendekati mayat itu. Ia melihat ada tanda berupa titik berjumlah dua bersarang di lehernya.Seketika itulah ia tahu siapa biang keladinya. Yaaa,siapa lagi kalau bukan sang Vampire.
Ia berbalik dan hendak memberitahukan apa yang telah ia dapatkan.Namu naas,sebelum ia sempat membuka mulutnya,tubuhnya telah ditusuk oleh pedang tepat di jantungnya.Seketika itulah ia meninggal.
Sakura sang gadis kecil itu kaget.Matanya melebar. Ia hendak menghapiri ibunya,namun tubuhnya tak bisa digerakan.
"Aku datang untuk balas dendam.Karena kalian telah membunuh semua pasukanku."Ujar sang pembunuh yang tidak lain seorang Vampire.
Setelah mengucapkan itu munculah beberapa vampire yang siap membunuh.
Akhirnya terjadi peperangan di aula itu.Darah bercampur.Tak ada yang bisa membedakan lagi mana darah para Hunter dan darah para Vampire.
Para Vampire menang karena strategi yang telah disusunnya.Sakura yang sedari tadi sembunyi di bawah meja hanya diam gemetar sambil meneteskan air mata,Tangannya membekap mulutnya supya tak mengeluarkan suara.
"Tuan Orochimaru,semua telah dibereskan.Tapi sajak tadi saya tidak menjumpai anak dari Mebuki dan Kizashi Haruno." ucap sang vampire sambil membungkukkan badannya.
"Tak apa,sebentar lagi ia akan mati juga." jawab Orochimaru dengan seringai iblisnya.
"Kita pulang. Kita laporkan hasil kerja kita kepada tuan Uchiha Madara." perintah Orochimaru.
Lalu sekelompok Vampire itu pergi meninggalkan aula yang sudah menjadi lautan darah dan seorang gadis kecil yang ketakutan.
End of Flasback…..
Sakura tetap duduk takut disamping mayat ibunya.
Lalu ia merasakan ada yang menepuk pundaknya dari belakang.Sontak ia menoleh.
" Perkenalkan aku Kakashi Hatake. Aku adalah teman seperjuangan ibumu dan ayahmu. Aku selamat karena aku tak datang dalam acara ini."jelas Kakashi yang seolah mengerti akan pertanyaan Sakura nanti yang bertanya mengapa ia bisa selamat.
Kakashi mengeluarkan sebuah kotak pistol. Dalam kotak itu terdapat sepasang pistol perak dan hitam yang terhubung dengan rantai.
Ia memberikannya pada Sakura dan Sakura menerimanya.
Kakashi mengulurkan tangannya dan berkata " Ikutlah denganku. Kau tanggung jawabku sekarang. Jangan takut.Kau akan ku latih menggunakan benda itu.”
Sakura dengan agak ragu dan tangan gemetar menerima uluran tangan tersebut. Ia dan Kakashi berjalan keluar dan memasuki mobil milik Kakashi. Lau mobil itu tancap gas meninggalkan rumah yang aulanyasudah menjadi kuburan masal itu.
Di dalam mobil Sakura bergumam " Akan ku bunuh kalian semua,yang telah membuatku begini. Yaa...kalian para Vampire.
Dan itulah tekatnya, membalas kematian ibunya kepada para Vampire.
Ditempat lain, di Uchiha Mansion.
"Kami telah berhasil membunuh mereka semua tuan."lapor Orochimaru.
" Kerja bagus."ucap Madara dengan puas.
"Tapi kami belum berhasil membunuh putrinya,karena kami tak menemukannya." ujar Orochmaru
"Tak,apa. Dia akan mati menunggu gilirannya." jawab Madara dengan seringai iblisnya.
Lau muncullah seorah bocah 10 tahun dengan wajah datar,mata onyx tajam bagai elang,dan rambut raven mencuat ke belakang seperti pantat ayam.
"Dari mana kau cucuku..????" tanya Madara.
"Bukan urusanmu,kakek tua" jawab Uchiha Sasuke.
"Masih dingin rupanya..!!!" kekeh sang kakek.
"Suatu hari aku akan membunuhmu kakek tua,dengan tanganku. Membalas dendam atas kematian keluargaku karena kau bantai. Kenapa pada saat itu kau tak sekalian membunuhku..???" tanya Sasuke.
"Kau punya kekuatan besar cucuku,dan aku butuh itu..." jawab Madara dengan entengnya.
"Cih!" Sasuke mendecih dan memasuki kamarnya.
"Ha...ha...hahahahaha..." suara tawa Madara menggelegar mengerikan memenuhi Mansion itu.
6 Tahun kemudian...
Sinar purnama dan suara gagak yang saling bersahutan membawa kaki jenjang itu yang sedang memasuki gerbang sekolah dengan tulisan " Konoha High Academy". Rambut soft pinknya gerak mengikuti angin. Rok merak pendek kotak-kotak dengan atasan putih,dasi merah polos,dan blazer berwarna hitam.
Ia memasuk gerbang itu dengan mata emerlard menajam dan berkata" Aku datang menuntut balas atas perbuatan kalian, para Vampire..." ia menyunggingkan senyum sadisnya.
Di sisi lain dalam kelas...
Seorang pria berbadan tegap dan kekar, rambut raven dan mata elang sedang membaca buku. Lalu ia menyunggingkan seringai iblisnya" Permainan di mulai...."
Ia berjalan meninggalkan kelas yang masih sepi karena masih terlalu awal untuk bel berbunyi. Ia melewati koridor sepi yang mencengkam yang di dominasi dengan gelap yang hanya di temai cahaya bulan. Dengan santai ia melewatinya.Tak lupa ia menunjukkan mata merah semerah darah dan gigi taring tajam ketika ia membuka mulutnya untuk berkata" Ini akan menarik."
Lalu ia menghilang bersama kegelapan itu.
To Be Continues……
Note :
Jangan lupa review ya...
Saran bisa di cantumkan.....
Terima kasih...



