Selasa, 22 Desember 2015

My love The Vampire King Chapter 1








Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasusaku

Genre : Romance,Superanatural
Warning : agak ancur




Lautan darah menyebar luas di ruangan itu. Aroma semerbak khas darah menguar tajam. Diiringi suara denringan jam menggema memberikan syimphoni mengerikan untuk melengkapi malam sepi ini.
Seorang gadis kecil berumur 10 tahun menangis ketakutan di bawah meja. Kakinya ditekuk menyembunyikan wajahnya.Tubuhnya pun bergetar hebat,siapapun tahu bahwa gadis itu sedang ketakutan.
Ia mencoba mengangkat wajahmu, dengan mata membelalak,air matanya pun mengalir.

Ia bergumam " O...o...okaa-san. Aku takut.....,cepat bangun okaa-san.

Ia berdiri menghampiri mayat ibunya yang bergabung dengan mayat para tamu undangan

Flashback…

Seorang gadis kecil dengan rambut buble gum dan mata emerald sedang bercermin. Ibunya datang dan memegang pundaknya...

Ibunya berkata " Lihatlah Hime, betapa cantik dirimu. Kau bagaikan peri kecil dari surga yang turun ke bumi.

"Sakurakan memang peri kecilnya Ka-san." sahut gadis kecil itu.
Ia berbalik dan menghadap ibunya.Dan memperlihatkan senyum manisnya.
Ibunya Mebuki  Haruno menggandeng tangan anaknya," Ayo,semua pasti menunggu." ujar Mebuki sambil menggandeng putrinya keluar.

"Kaa-san,apakah pertemuan ini penting.Kenapa sampai Sakura harus ikut segala...???" tanya Sakura dengan wajah polosnya.

"Karena ini pertemuan antara sesama Hunter sayang.Kelak kau akan menjadi seorang Hunter yang hebat dan kuat seperti Tou-san mu nak." jawab ibunya sambil terus menggandeng anaknya menuju aula.

"Tapi Tou-san sudah meninggal Kaa-san.Kenapa Tou-san harus mati Kaa-san." tanya Sakura dengan wajah sendu.

Mebuki menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan berjongkok mensejajarkan tingginya dengan anaknya. Lalu ia membelai helaian lembut rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.

"Hime dengarkan ya...!!! Tou-san mu gugur saat bertugas membasmi para Vampire-vampire itu.Jadi Tou-san mu pasti bangga dan senang di sana.Jadi kita di sini tidak boleh bersedih.Kita harus merelakan kepergiannya.Sakura tidak maukan,kalau Tou-san sedih disana karena melihat Hime yang masih murung karena kepergiannya."jelas Mebuki.

Sakura hanya menjawab dengan gelengan kepala.

"Nah,ayo kita ke aula.Mereka semua pasti menunggu."ujar Mebuki.Lalu ia berdiri dan menggandeng tangan putri kecilnya. Dan melanjutkan jalannya.

"Kaa-san,apa semua Vampire itu jahat..??? Dannnn....pantas dibunuh semuanya..???" tanya Sakura penasaran.

"Kau akan tahu semuanya nanti..." jawab ibunya.

Sakura hanya menggembungkan pipinya pertanda ia kesal dengan sikap ibunya.

Sebuah ruangan besar dengan interior mewah menghiasi ruangan itu.Para tamu undangan tampak sibuk dengan urusan sendiri.Ada yang bercakap-cakap, bersendau-gura,atau hanya sekedar menikmati hidangan.

Namu semua itu buyar dan mendadak sepi ketika sang tokoh utama datang. Tentu saja itu karena kedatangan Sakura dan Kaa-sannya.

"Para tamu undangan sekalian,perkenalkan....!!! Ini putriku dengan Kazashi Haruno.Namanya Sakura Harunon"ujar Mebuki sambil menujukkan putrinya.

"Mari kita mulai pertemuan ini" peritah Mebuki Haruno,sang pemimpin pasukan Hunter.

Namun tiba-tiba....!!!! Ada yang melempar seonggok mayat yang mengenaskan. Bagaimana tidak,tubuhnya kering dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar. Sontak kejadin itu membuat semua tercengang dan terjadi keriyuhan.

Mebuki mendekati mayat itu. Ia melihat ada tanda berupa titik berjumlah dua bersarang di lehernya.Seketika itulah ia tahu siapa biang keladinya. Yaaa,siapa lagi kalau bukan sang Vampire.
Ia berbalik dan hendak memberitahukan apa yang telah ia dapatkan.Namu naas,sebelum ia sempat membuka mulutnya,tubuhnya telah ditusuk oleh pedang tepat di jantungnya.Seketika itulah ia meninggal.

Sakura sang gadis kecil itu kaget.Matanya melebar. Ia hendak menghapiri ibunya,namun tubuhnya tak bisa digerakan.

"Aku datang untuk balas dendam.Karena kalian telah membunuh semua pasukanku."Ujar sang pembunuh yang tidak lain seorang Vampire.

Setelah mengucapkan itu munculah beberapa vampire yang siap membunuh.

Akhirnya terjadi peperangan di aula itu.Darah bercampur.Tak ada yang bisa membedakan lagi mana darah para Hunter dan darah para Vampire.

Para Vampire menang karena strategi yang telah disusunnya.Sakura yang sedari tadi sembunyi di bawah meja hanya diam gemetar sambil meneteskan air mata,Tangannya membekap mulutnya supya tak mengeluarkan suara.

"Tuan Orochimaru,semua telah dibereskan.Tapi sajak tadi saya tidak menjumpai anak dari Mebuki dan Kizashi Haruno." ucap sang vampire sambil membungkukkan badannya.

"Tak apa,sebentar lagi ia akan mati juga." jawab Orochimaru dengan seringai iblisnya.

"Kita pulang. Kita laporkan hasil kerja kita kepada tuan Uchiha Madara." perintah Orochimaru.

Lalu sekelompok Vampire itu pergi meninggalkan aula yang sudah menjadi lautan darah dan seorang gadis kecil yang ketakutan.

End of Flasback…..

Sakura tetap duduk takut disamping mayat ibunya.

Lalu ia merasakan ada yang menepuk pundaknya dari belakang.Sontak ia menoleh.

" Perkenalkan aku Kakashi Hatake. Aku adalah teman seperjuangan ibumu dan ayahmu. Aku selamat karena aku tak datang dalam acara ini."jelas Kakashi yang seolah mengerti akan pertanyaan Sakura nanti yang bertanya mengapa ia bisa selamat.

Kakashi mengeluarkan sebuah kotak pistol. Dalam kotak itu terdapat sepasang pistol perak dan hitam yang terhubung dengan rantai.

Ia memberikannya pada Sakura dan Sakura menerimanya.

Kakashi mengulurkan tangannya dan berkata " Ikutlah denganku. Kau tanggung jawabku sekarang. Jangan takut.Kau akan ku latih menggunakan benda itu.”

Sakura dengan agak ragu dan tangan gemetar menerima uluran tangan tersebut. Ia dan Kakashi berjalan keluar dan memasuki mobil milik Kakashi. Lau mobil itu tancap gas meninggalkan rumah yang aulanyasudah menjadi kuburan masal itu.

Di dalam mobil Sakura bergumam " Akan ku bunuh kalian semua,yang telah membuatku begini. Yaa...kalian para Vampire.

Dan itulah tekatnya, membalas kematian ibunya kepada para Vampire.

Ditempat lain, di Uchiha Mansion.

"Kami telah berhasil membunuh mereka semua tuan."lapor Orochimaru.

" Kerja bagus."ucap Madara dengan puas.
"Tapi kami belum berhasil membunuh putrinya,karena kami tak menemukannya." ujar Orochmaru

"Tak,apa. Dia akan mati menunggu gilirannya." jawab Madara dengan seringai iblisnya.

Lau muncullah seorah bocah 10 tahun dengan wajah datar,mata onyx tajam bagai elang,dan rambut raven mencuat ke belakang seperti pantat ayam.

"Dari mana kau cucuku..????" tanya Madara.

"Bukan urusanmu,kakek tua" jawab Uchiha Sasuke.

"Masih dingin rupanya..!!!" kekeh sang kakek.

"Suatu hari aku akan membunuhmu kakek tua,dengan tanganku. Membalas dendam atas kematian keluargaku karena kau bantai. Kenapa pada saat itu kau tak sekalian membunuhku..???" tanya Sasuke.

"Kau punya kekuatan besar cucuku,dan aku butuh itu..." jawab Madara dengan entengnya.

"Cih!" Sasuke mendecih dan memasuki kamarnya.

"Ha...ha...hahahahaha..." suara tawa Madara menggelegar mengerikan memenuhi Mansion itu.

6 Tahun kemudian...

Sinar purnama dan suara gagak yang saling bersahutan membawa kaki jenjang itu yang sedang memasuki gerbang sekolah dengan tulisan " Konoha High Academy". Rambut soft pinknya gerak mengikuti angin. Rok merak pendek kotak-kotak dengan atasan putih,dasi merah polos,dan blazer berwarna hitam.

Ia memasuk gerbang itu dengan mata emerlard menajam dan berkata" Aku datang menuntut balas atas perbuatan kalian, para Vampire..." ia menyunggingkan senyum sadisnya.

Di sisi lain dalam kelas...
Seorang pria berbadan tegap dan kekar, rambut raven dan mata elang sedang membaca buku. Lalu ia menyunggingkan seringai iblisnya" Permainan di mulai...."

Ia berjalan meninggalkan kelas yang masih sepi karena masih terlalu awal untuk bel berbunyi. Ia melewati koridor sepi yang mencengkam yang di dominasi dengan gelap yang hanya di temai cahaya bulan. Dengan santai ia melewatinya.Tak lupa ia menunjukkan mata merah semerah darah dan gigi taring tajam ketika ia membuka mulutnya untuk berkata" Ini akan menarik."

Lalu ia menghilang bersama kegelapan itu.




To Be Continues……













Note :

Jangan lupa review ya...
Saran bisa di cantumkan.....


Terima kasih...


Kamis, 10 Desember 2015

Liburan Berdarah










Disuatu universitas terkenal di Jakarta,terlihat ada 8 orang yang sedang berbincang-bincang di taman.Sepertinya mereka menikmati waktu istirahat.Mereka tampak asyik berbicara kadang diselingi canda dan tawa.Mereka adalah Reni,Tiara,Angel,Gilia,Tom,Dion,Vandy,dan yang terakhir Raka.

Reni adalah sosok gadis yang periang dengan rambut bob kecoklatan,ia sedikit jahil namun hobinya berdandan.Tiara,ia adalah tipe gadis tomboy dengan rambut panjang namun selalu dikuncir dan disembunyikan dibalik topi atau jaket bertopi yang ia kenakan,sukanya music metal dan segala hal yang berhubungan dengan metal.Angel,ini dia.Gadis yang paling suka bergosip.Ia punya rambut lurus dengan bergelombang di bagian bawah.Jika kalian punya rahasia,jangan bilang padanya.Pasti belum ada 24 jam rahasiamu akan menyebar.Gilia,ia gadis cantik yang kutu buku.Selalu mengenakan kacamata kuda dan membawa buku tebal.Ia cantik sih,dengan rambut hitam panjang dan lurus alami, namun terhalang oleh fashionnya yang terkesan cupu.

Tom,Dion,dan Vandy adalah pria biasa seperti kebanyakan pria di dunia.Sedangkan Raka adalah sosok pria dingin,cuek,dan termasuk kutu buku.Penampilan yang super ‘WOW’ dengan kaos hitam yang dilapisi kemeja kotak-kotak biru yang lengannya dilipat sampai siku.Celana jeans dan kakinya terbalut rapi oleh sepatu merk terkenal.Dengan gaya rambut emo tak lupa anting kecil tersemat di daun telinganya,membuatnya disebut ‘Pangeran’.Ia banyak digemari kaum hawa.

“Hei,rencana liburan mau kemana..??Tinggal 6 hari lagi lho,sebelum liburan….”Reni mulai membuka pembicaraan.

“Auk,ah..!! Kalo aku sih,mau seneng-seneng aja.Ke mall,jalan-jalan.Pokoknya yang seru-seru deh….”dengan gaya mulut bebek Anggel mengutarakan rencana liburannya.

“Mulutmu,tuh.Benerin dulu.Mulut dah lebar dan tebal kaya ban truk,masih di gaya-gayain kayak bebek.Gak pantas tau.Kaya abis kejepit pintu…..”Tiara mencubit bibir Angel dan menariknya pelan.

“Aduuhhhhhh……!!!!” Angel melepaskan tangan Tiara dari bibirnya.Lalu mengusapnya pela. 
“Tau,gak sih,ini bibir seksi tahu.Kayak Anggelina Joule….”Angel memonyong-monyongkan bibirnya.

“Apaan,malah mirip bibirnya ikan arwana.Lagipula bukan Angelina Joule tapi Angelina Julik…”.Semua tertawa keras kecuali Raka,Gilia dan Angel yang di ejek.

“Sudah-sudah kasian tahu,jangan di ejek mulu ah,Angelnya…”Gilia menghentikan tawa mereka.Seketika itu mereka semua berhenti tertawa.Sedangkan Raka menatap penuh arti pada Gilia.

“Jadi liburan kalian mau kemana…???”Gilia bertanya kepada teman-temannya.

“Aku juga kurang tahu,belum punya rencana…”Dion menyahut.

“Betul,betul,betul….Kami juga belum..”Tom dan Vandy menjawab serentak.
Lalu mereka hening.Tampaknya mereka memikirkan rencana liburan mereka.

“Bagaimana kalu puncak,Keluargaku punya satu vila disana. Kita liburan bersama.Biar seru…”Suara itu mengagetkan mereka.Bagaimana tidak.Suara itu dari Raka,yang notabenenya jarang banget bicara.

“Wah..!! Ide bagus.Aku setuju…..”Reni langsung berdiri dengan wajah sumringah.

“Aku juga….”Angel menyahut.

“Akupun…..”Tiara juga menyetujui. “Bagaiman kalia Tom dan Vandy…”imbuhnya.

“Aku setuju,sepertinya seru….!! Bagaiman menurutmu Tom…”Vandy merangkul pundak Tom.
“Hm….!! Tidak buruk.”Tom menganggukkan kepalanya pertanda setuju.

“Lalu bagaimana denganmu Gilia…”tanya Vandy.

“Aku……..ikut.”Gila menjawab itu disertai senyum tipis yang manis.

“Yosh…..!! 6 hari lagi kita berkumpul di rumahku.Jam 08.00 tepat…..”Reni membuat keputusan.Karena rumah Reni lebih dekat dengan jalan menuju puncak.

“Baiklah…..”jawab mereka dengan semangat.Kecuali Raka dan Gilia.Raka diam saja sedang
kan Gilia hanya tersenyum.

“Pasti akan sangat menarik…”gumam seseorang dibalik buku dengan seringai mengembang indah di bibirnya .

6 hari kemudian………….
         
Rumah Reni tampak ramai dengan 4 mobil sport yang terparkir rapi di halaman.Sepertinya itu milik teman-temannya.

“Baiklah,aku dan Raka satu mobil.Angel dengan Tom,Tiara dengan Dion,dan Gilia dengan Vandy…”Reni membagi tempat kendaran.

“Kau dengan Raka…?? Aku tidak setuju.Seharusnya kau dengan Raka…”Angel protes karena ia tak satu mobil dengan Raka.Sedangkan ia sendiri menyimpan rasa terhadap Raka.Ianginnya ia mengungkapkan kata hatinya saat ia satu mobil dengan Raka.

“Tidak,tidak,tidak..!!!! Raka sama aku aja.”Tiara sepertinya tak mau kalah.

“Aku…”kata Reni.

“Aku…”kata Angel.

“Aku…”kata Tiara.

Tom,Dion,dan Vandy mengehla nafas.Karena mereka sudah serig melihat pertengkaran konyol mereka.Gila mulai panic.Sedangkan yang diperebutkan cuek-cuek aja.

“Sudahlah kalian…!! Biar Gilia saja yang satu mobil dengan Raka.Kalian itu gak bisa kalau tidak bertengkar berebut Raka.”Tom yang mulai jengah melerai mereka.

Sebelum mereka protes,Vandy menyela “Kalau kalian menolak,kalian kami tinggal…”ancam Vandy.
Akhirnya Reni satu mobil dengan Tom,Angel dengan Vandy dan Tiara dengan Dion.Tom,Dion,Vandy,dan Raka mulai menyalakan mobilnya.

“Sudah kau cek semua barangmu…”Raka membuka pembicaraan.

“Tentu,…”Gilia menjawabnya dengan senyum manis.Sedangkan Raka tersenyum kecil.Dan kembali menghadap depan.Terlihat semburat tipis di pipinya.
Mobil mereka berempat membelah jalan.Dan perjalanan yang penuh akan ketegangan dimulai…….

            Sesampainya mereka di puncak,mereka segera pergi ke vila milik Raka.
            
“Wah…!!! Villa milik keluargamu bagus juga ya……”Angel yang baru keluar dari mobil bersama Vandy,terkagum-kagum dengan kemewahan Villa milik keluarga Raka.
            
“Hm…aku setuju.Udara disekitar juga sejuk.Nyamaaaaaannnn…..banget…!!!”Reni yang tampaknya juga baru keluar dari mobil dengan Tom,juga setuju dengan pendapat Angel.Yang disusul Tiara dan Dion.
           
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………….!!!!!!!”Semua orang yang disitu kaget.Lalu menoleh ke sumber suara.
            
“Apa……?????”Tiara yang menjadi sasaran penglihatan hanya cuek bebek.

“Apa-apaan kamu Tiara.Maen teriak.Kamu pikir ini hutan….”omel Dion.

“Apa sih,biasa aja kali,yang punya Villa juga nggak keberatan.”bela Tiara dengan cuek-bebek.
“Ayo,masuk..”ajak Raka.

Lalu mereka melenggang masuk Villa.Raka memencet bel…

Ting….Tong….
Setelah beberapa saat,keluarlah 2 pembantu wanita,dan dua pembantu pria.

“Selamat datang tuan muda,kami sudah menjalankan semua perintah Anda…”keempat maid itu membungkuk sopan.

“Aa….!! Sekarang kalin antar teman-temanku ku kamar mereka…”perintah Raka.

“Baiklah,Tuan muda…”Lalu mereka menghadap ke teman-teman Raka…. “Mari….”
Lalu Reni,Angel,Tiara,Gilia,Tom,Vandy,dan Dion mengikuti ke 4 maid tersebut.Tapi sebelum beranjak tangan Gilia di cekal Raka.
Gilia menoleh,lalu memangdang pergelangan tangannya yang di cekal Raka, “Ada apa…???”

“Ikut aku…”Lalu Raka menyeret Gilia ke lantai 3 lewat tangga darurat.

“Hei…..!!!”Gilia hanya protes namun tak di hiraukan oleh Raka.

“Ini kamarmu…”Lalu Raka membuka pintu bercat putih itu.

“Ha….????”Gilia hanya cengo.

“Dan tepat di depan kamarmu ini,adalah kamarku.Jika kau butuh bantuan,mintalah padaku.Jangan kepada orang lain,aku tak suka”Lalu Raka masuk ke kamarnya.

“Hei…..!!!”Gilia mencoba memanggil Raka,namun sepertinya terlambat,Raka terlanjur masuk ke kamarnya.

“Apa,maksudnya……”guman Gilia.Lalu ia mengangkat bahu pertanda cuek.Ia segera masuk kamarnya untuk istirahat.
           


















To Be Continues….
Selasa, 03 November 2015

Takdir

Takdir





















Disuatu yang cerah,Tiko dan Roni berjalan beriringan.Roni mengajak jalan-jalan Tiko karena Tiko adalah teman lamanya yang baru pindah di desa Tariban yang merupakan desanya.Tiko juga akan bersekolah di sekolah yang sama dengannya dan tinggal di rumahnya.Untuk beradaptasi,Rino mengajak berkeliling desa mumpung hari ini Minggu yang cerah..

“Tiko,kenapa kamu memutuskan pindah ke desa…???”tanya Roni membuka pembicaraan.
“Hm..!!! kepingin aja..”jawab Tiko cuek.
“Bukankah di kota Jakarta lebih ramai.Tidak terpencil seperti desa ini..???”tanya Roni lagi.
“Kan,aku mau dekat sama sahabat aku yang ganteng ini……”jawab Tiko bercanda sambal merangkul pundak Roni.
“Idih,jangan rangkul-rangkul,ntar kamu naksir aku lagi….!!!”balas Roni dengan candaan sambal melepas rangkulan Tiko.

Mereka tertawa terbahak-bahak.Itulah mereka.Mereka selalu bercanda tiap bertemu.Walaupun hanya saat liburan atau lewat e-mail saja.Mereka berjalan keliling desa sambal bercanda.Roni juga menjelaskan,walaupun desanya tercpencil tapi desanya amat tentram.Sedangkan Tiko hanya mengaggukkan kepala terkadang menjahili Roni.Sampai dengan tiba-tiba Tiko menghentikan langkahnya.

“Kamu kenapa berhenti Tiko…???”tanya Roni keheranan karena Tiko berhenti berjalan tiba-tiba.
“…………”Tiko tidak merespon.
“Hey,Tiko…..”panggil Roni,tetapi Tiko tetap tidak merespon.Malah terus menghadap rumah sederhana bercat putih.
“TIKO…!!!!”teriak Roni sambal menepuk pundak Tiko.
“Eh,ada apa…???”Tiko tersentak.
“Kamu kenapa..???Kok diam,kamu sakit…..????”tanya Roni dengan unsur kekhawatiran di dalam ucapannya tadi.
“Ngak kok,nggak apa-apa….!!!”jawab Toni mengelengkan kepala untuk meyakinkan Roni.
“Terus,kenapa tiba-tiba berhenti…..???”tanya Roni penuh tanda tanya di kepalanya.
“Itu…….”tunjuk Tiko ke rumah sederhana bercat putih,lebih tepatnya kearah candela.
“Ada apa sih….???”jawab Roni sambal melongok ke tempat yang ditunjuk Tiko tadi.
“Tadi aku melihat sesuatu di cedela sana….”Tiko terlihat penasaran.
“Ohhh,mungkin itu dia…”jawab Rino sambal melihat kearah yang Tiko tunjuk.
“Dia siapa…..????”tanya Tiko  penuh penasaran.
“Bella,anak dari Bu Rina sama Pak Slamet….”kata Roni menjelaskan.
“Siapa dia…???”tanya Tiko penasaran.
“Hmm,nanti deh di rumah akau ceritain.Mending sekarang kita pulang.Aku yakin kamu sudah lapar…”usul Roni

Akhirnya mereka berdua berjalan pulang ke rumah.Karena hari sudah semakin siang,dan perut mereka mulai demo minta diisi.Sesampai di rumah mereka segera masuk dan disambut ibu Roni.Merena mencium telapak tangan ibu Roni dan tersenyum manis.

“Lho,sudah pulang.Memang sudah puas jalan-jalannya…???”tanya ibu Roni.
“Sudah bu,kami sudah lelah,lapar lagi.”jelas Roni.
“Benar bibi,apalagi Tiko harus menyiapkan alat-alat sekolah untuk sekolah Tiko mulai besok.Jalan-jalannya bisa dilanjutkan kapan-kapan,kok….????”jawab Tiko.
Sedangkan ibunya Roni hanya tersenyum kecil.
“Baiklah,terserah kalian saja.Sekarang kalian cuci kaki dan tangan kalian.Ibu akan menyiapkan makanan.Sepertinya bapak kamu juga sebentar lagi pulang,Roni….”pinta ibu Roni kepada mereka berdua.
“Baik bu/bibi…”jawab mereka dengan serentak tak lupa hormat.Mereka  segera masuk ke dalam rumah sambal sesekali bersendau gurau.

Ibu Roni tersenyum bahagia melihat keakraban mereka yang layaknya saudara kandung.Lalu ia segera berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang mereka.
Malam harinya,Tiko menyiapkan peralatan untuk memulai sekolah barunya besok.Sedangkan Roni tengah asyik bermain game di laptop.

“Emmmm,Roni…”Tiko memulai membuka pembicaraan.
“Apa….??”sahut Roni tanpa melepas pandangan matanya dari layar laptop.
“Bukankah kamu tadi janji,mau menceritakan tentang Bella…???”tanya Tiko.
“Bentar ya,lagi asyik-asyiknya nih…”Roni tetap berkutat dengan laptopnya.
Tiko menghampiri Roni.Lalu ia menarik lengan baju Roni.
“Ayolah,ayo…..!!! Kamu kan udah janji…..”pinta Tiko.
“Iya,bentar deh….!!!”tolak Roni.

Namun sepertinya Tiko tetap bersikeras.Ia tetap menarik-narik lengan baju Roni.Sampai akhirnya Roni jengah akan tingkah Tiko dan menyerah.Roni menutup laptopnya,lalu menghadap Tiko dengan wajah garangnya.Sedangkan yang ditatap  hanya cengengesan.

“Nah,gitu dong….”goda Tiko.
“Huh…!!!Kamu mau tanya apa soal,Bella…???”tanya Roni.
“Semua….???”jawab Tiko.
“SEMUA…!!!”Roni membelalakkan matanya.Wah,pasti ia akan bicara banyak dan ia pasti tidak akan menyelesaikan game yang tertunda.
“Iya,S-E-M-U-A….”jawab Tiko dengan semangat dengan mengeja tiap kata ‘semua’.Sedangkan Roni menghela nafasnya pelan.
“Baiklah,Bella adalah anak dari Bu Rina sama Pak Slamet.Dia tidak pernah keluar rumah.Lebih tepatnya ia tidak boleh keluar rumah.Se…..”belum sempat menyelesaikan kalimatnya,Tiko memotong pembicaraan.
“Hah..!! Kenapa,kenapa,kenap…..”belum sampai Tiko melayangkan tanda tanya-nya, perkataannya sudah dipotong oleh Roni.
“Bisa nggak,kalau nggak pakek acara memotong ucapanku.Mau diterusin nggak…???”dengan garangnya Roni memarahi Tiko.Sedangkan Tiko hanya mengangguk.
Roni menghela nafasnya pelan.
“Baiklah,aku lanjutkan ceritanya.Kenapa Bella tak diperbolehkan keluar rumah,sebab ia sakit.Katanya sih ia sakit kanker dan beberapa penyakit lain.Istilahnya komplikasi.Seharusnya sih,ia seumuran kita,kalu sekolah setingkat deh sama kita.Bu Rina sama Pak Slamet udah berusaha buat nyembuhin Bella.Tapi hasilnya tetap nol.Malah lebih parah.Pokoknya kasian deh…..”Rino menjelaskan dengan wajah yang miris.
“Wah,kasian banget…..”Tiko merespon singkat.Lalu ia berjalan kearah Kasur dan menjatuhkan tubuhnya.
“Udah mau tidur.Aku matiin lampunya ya.Aku juga sudah mengantuk.”Roni segera bangkait dari duduknya,berjalan sambal menguap untuk mematikan lampu.Setelah itu ia segera menyusul Tiko dan merebahkan tubuhnya dan segera tidur.Sedangkan Tiko hanya memandang kosong kea tap kamarnya,lebih tepatnya kamar Roni.
“Hmm,miris”gumam Tiko,lalu memejamkan kedua matanya untuk menyusul Roni kea lam mimpi.

Keesokan harinya pukul 06.00 pagi mereka berangkat sekolah bersama.Mereka berjalan menuju SMA NEGERI BAKTI BANGSA,sebab jarak antara sekolah dengan rumah Roni tidak terlalu jauh.Ketika sesampai di sekolah Roni segera membawa Tiko ke ruang tata usaha untuk mendapat kelas yang akan ia masuki.Ternyata kelas mereka berbeda.Mau tak mau Tiko harus berinteraksi dengan orang-orang baru tanpa bantuan Tiko.

“Semangat ya Tiko.Jangan takut.Murid di sini baik-baik kok…..”Roni menyemangati Tiko.
“Iya,deh….”jawab Tiko dengan nada malas.
“Kalau begitu aku ke kelas dulu.Jangan sedih dong,kelas aku kan di kelas XI C,kamu di kelas XI A.Nanti kalua istirahat aku samperin deh….”bujuk Roni.
“Oke,deh….”jawab Tiko.

Mereka akhirnya terpisah,namun setiap pulang atau waktu istirahat mereka bersama.Tak terasa sudah 4 bulan berlalu.Tiko juga sudah mendapat tema baru.Ia juga sudah tahu seluk beluk desa Tariban.Jadi ketika ia ingin ke warung,tak perlu minta antar Roni.Seperti hari ini,Tiko pulang dari warung.Ia baru membeli camilan.Ketika melewati rumah Pak Slamet ia berhenti sejenak.Ia melihat Bella sedang duduk di beranda rumah sambil membaca buku ditemani secangkir teh hangat yang asapnya terlihat mengepul.Lalu Tiko menghampiri Bella.

“Hai…….”sapa Tiko.
“O-hai….”Bella terlihat kaget atas kehadiran Tiko.
“Kamu Bella kan….???”tanya Tiko.
“Iya…..”jawab Bella seadanya.
“Perkenalkan aku Tiko….”Tiko mengulurkan tangannya.
Dengan agak ragu,Bella menyambut uluran tangan Tiko. “A-aku Bella…..”
“Bella,kamu di sana nak….”terdengar suara perempuan di dalam rumah.
“Iya,bu.Bella di luar…”sahut Bella.

Lalu muncullah sosok wanita dari dalam rumah.
“Siapa dia Bella…?”tanya ibu Bella.
“Dia Tiko bu,teman baru Bella…”jelas Bella.
“O…..”jawab ibu Bella.
“Selamat siang tante.Saya Tiko.Teman dari Roni.Anak dari bu Inem sam Pak Shodikin….”jelas Tiko.Lalu ia mencimun telapak tangan ibunya Bella.
“Oh,Pak Shodikin juragan timun itu…”tanya bu Rina.
“Benar,tante…”jawab Tiko.
“Hm,Bella sekarang masuk kamar kamu.Kamu harus istirahat….!!!”perintah Bu Rina.
“Iya bu…”jawab Bella lalu ia segera masuk rumah dengan membawa buku dan cangkir tehnya.
“Maaf ya nak Tiko.Bella harus istirahat.Nak Tiko pulang saja.”perintah Bu Rina halus.
“Iya,nggak apa-apa kok tante.Kalau begitu Tiko pulang dulu.Assalamu’alaikum..”pamit Tiko.Sebelum itu Tiko mencium telapak tangan Bu Rina.
“Walaikumsalam…..”sahut Bu Rina.Lalu Bu Rina segera masuk ke dalam rumah.
Semenjak perkenalan kemaren,Tiko dan Bella semakin dekat.Walupun hanya duduk-duduk di beranda rumah.Bahkan sekarang Tiko dan Roni jarang bermain bersama.Tiko selalu mendatangi rumah Bella.Mencerikan hal-hal yang ia alami di lur rumah dan saat bersekolah.Bu Rina dan Pak Slamet tidak terlalu keberatan.Asal Bella tidak sampai keluar dari gerbang rumah.
“Wah,ada yang punya pacar baru.Sampai-sampai sahabatnya ini dilupakan…”ejek Roni.
“Apa-an sih.Siapa yang pacaran dengan siapa..?”tanya Tiko.
“Ya kamu itu lo,siapa lagi…”tunjuk Roni ke wajah Tiko.
“Pacaran..?? Aku….”Tiko menunjuk dirinya sendiri. “Sama siapa….????” Tanya Tiko.
“Bella.Cewek tinggi semampai,rambut hitam panjang bergelombang,wajah cantic.Anaknya Pak Slamet tuh….”sindir Roni.
“Bella…??Aku cuma temenan kok…”jawab Tiko.
“Heleh…..”Roni lalu keluar kamar.

Sedangkan Tiko hanya menggelengkan kepala.
Kedekatan Bella dengan Tiko semakin hari semakin menyenangkan.Mulai tumbuh cinta di hati mereka.Suatu hari Tiko berjalan menuju rumah Bella.Ceritanya ia mau mengungkapkan pernyataan cintanya.Tapi terlihat Bella masuk mobil hitam yang disopiri Pak Slamet.Sedangkan Bu Rina sedang mengunci rumah.

“Bella,mau kemana….???”tanya Tiko ke Bu Rina.
“Bella mau ke Bandung nak,ia harus berobat.Ia akan di operasi lagi.”jawab Bu Rina.
Mendengar itu,Tiko menghampiri mobil.Lalu mengetuk kaca mobil.
“Bella,Bella.Buka sebentar….”pinta Tiko.Lalu kaca mobil terbuka.
“Benar,kamu mau operasi lagi…???”tanya Tiko.
“Iya,aku kepingin sembuh.Lalu kita main bersama….”Bella menjawab dengan senyuman.
“Ta-tapi,ini terlalu tiba-tiba…”Tiko terlihat tidak rela.
“Tenang,aku akan kembali kok….”Bella mencoba menenangkan hati Tiko.

Lalu kaca mobil tertutup.Mobil mulai berjalan.Sedangkan Tiko menatap sayu mobil yang mengantar Bella ke Bandung untuk di operasi.
Setelah 4 bulan,tak ada kabar dari Bella.Tiko menjadi murung.Rino dan kedua orang tuanya kalang kabut.Roni sudah mencoba menghibur Tiko,namun tak berhasil.Bahkan prestasi Tiko menurun.Namun  2 bulan kemudian,terdengar kabar bahwa Bu Rina dan Pak Slamet kembali.Segera saja Tiko menuju rumah mereka.

“Assalamu’alaikum.Bu,Pak…..”Tiko mengetuk pintu rumah mereka.Lalu pintu terbuka.
“Wa’alaikumsalam…”terdengar sahutan dari dalam rumah.Lalu pintu terbuka dan Bu Rina muncul.
“Eh,nak Tiko…”jawab Bu Rina.
“Bella,Bellanya mana tante….”Tiko terlihat celingak-celinguk ke dalam.
Mendengar itu raut wajah Bu Rina berubah.Wajahnya menjadi sedih.Melihat itu Tiko menjadi kawatir.
“Lho,kenapa tante…???”tanya Tiko.
“Sebentar ya,…”Bu Rina masuk ke dalam rumah.Lalu membawa sepucuk surat.Lalu memberikannya ke Tiko.
“A-apa ini tante…”tanya Tiko.
“Buka saja,tapi di rumah ya.Sekarang tante mohon kamu pulang…”pinta Bu Rina.Lalu menutup pintu rumah.
“Tapi,Bella dimana tante.Tante….!!!!”Tiko mengetuk-ketuk pintu.Lalu dengan rasa penasaran yang tinggi ia pulang ke rumah dengan membawa sepucuk surat itu.Sedangkan di balik pintu,Bu Rina menangis tersedu-sedu,sambil menutup mulutnya.
Sesampai dirumah…

“Surat apa ini,apa Bella mau minta ketemuan sama aku ya…”dengan tergesa ia membuka surat itu..

‘Dear Tiko’

Hai Tiko,apa kabar kamu disana.Aku harap kamu baik-baik saja.
Kamu tahu aku senang sekali bisa bertemu teman seperti kamu.Kamu teman pertamaku.Kamu tahu,aku disini selalu memikirkan kamu,Aku rindu bisa bercanda sama kamu.Aku berharap,sepulang dari operasi aku bisa bermain lagi dengan mu.
Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain.Setelah selesai operasi tubuhku malah mengurus.Dokter bilang itu hanya efek dari operasi.Nanti juga sembuh.Namun ternyata setelah berhari-hari dokter mulai curaga.Karena Tubuhku semakin mengurus.Kamu tahu kenapa?ternyata aku terinfeksi firus HIV.Suntik yang dokter berikan,ternyata tidak steril.Wah,aku punya tamu penyakit lagi ya..

Membaca itu Tiko meneteskan air mata.

Setiap hari aku harus diawasi intensif oleh dokter.
Sakitttt……
Sakittttt,sekali…
Kamu tahu,entah kenapa tulang ku juga seperti remuk.Tubuhku tak bisa bergerak.Kepalaku sakit,jantung dan perutku serasa di remas.
Sakittttt,sekali.Apa tidak ada obat untuk menyembuhkan rasa sakit ini.
Semua pengobatan dokter itu menyakiti aku.Apa Tuhan begitu membenciku,sehingga ia memberikan berbagai penyakit kepadaku.Lalu untuk apa aku dilahirka,kalau hanya untuk menderita.Tapi setelah sekian lama aku paham.Tuhan itu saying sama aku,ia ingin tahu seberapa kuat aku menghadapi cobaan hidup.
Kalau kamu membaca surat ini,aku sekarang ada di surga.Bermain-main.Banyak teman lho.Tanpa ada rasa sakit yang menyiksaku.
Maaf aku terlambat mengucapkan ini.Aku pengecut ya….
Tiko,aku sayang sama kamu,sayang sekali.Maaf mengucapkannya terlambat.
Selamat tinggal…
Bella

Tiko meraung.Ia jatuh tertelungkup.Ia menangis tersedu-sedu,sambil meremas surat dari Bella.Ia juga berteriak memanggil nama Bella berkali-kali.Keluarga Rino berlari menghampiri Tiko.Mereka terkejut melihat Tiko menangis tersedu-sedu.

“Tiko,Tiko ada apa,teman…..”Roni dengan khawatir .
“Nak,kamu kenapa….”Bu Inem memeluk Tiko untuk menenangkannya.Tiko membalas pelukan Bu 

Inem lalu menangis lagi semakin kencang.Rino mengambil surat yang digenggam Tiko lalu membacanya.Roni terkejut atas kematian Bella.Ia menatap sedih temannya itu.Baru merasakan rasa suka terhadap seseorang,sudah ditinggal mati oleh Bella.
Langit yang tadinya Nampak cerah,kini mendung dan mulai meneteskan air.Sepertinya langit juga ikut bersedih.

10 TAHUN KEMUDIAN….

Tampak seorang dokter tampan memberi senyum kepada seorang ibu yang sedang menangis bahagia.
“Terima kasih dokter,jadi anak saya sekarang sudah sembuh…”tanya ibu itu dengan harap.
“Ya,anak ibu sekarng sudah sembuh dari kanker.Selamatya….”Tiko menjabat tangan ibu itu,lalu pergi.
Dokter itu berjalan ke lorong ruamh sakit.Dengan wajah bahagianya ia berjalan.Beberapa  suster dan dokter yang berpapaan dengannya,menyapanya.Lalu ia masuk ke ruangannya.Ia menyampirkan jas putihnya dengan name tag yang tersemat ‘DR.TIKO SANJAYA’

Ia duduk dikursi putarnya.Ia senang sekali,operasinya berjalan dengan mulus.Ia merasakan bahwa ada yang memeluknya.Saat ia lihat di kaca taka da siapa-siapa.Tapi ia merasakan bahwa ia tengah di peluk.Lalu ia tersenyum.Ia tahu siapa yang tengah memeluknay.

‘Selamat ya,kamu berhasil.Terima kasih kamu mau menyembukan orang yang sama denganku’

Ia mendengar ada yang mebisikkan kata-kata itu ditelinganya.
“Tentu,tentu Bella….”Tiko menjawab itu dengan wajah tersenyum dan mata terpejam.Ia bahagia,bahagia sekali.




TAMAT



 
Rizqa Ainun Hakim. Template Design By: SkinCorner