Selasa, 03 November 2015

Takdir

Takdir





















Disuatu yang cerah,Tiko dan Roni berjalan beriringan.Roni mengajak jalan-jalan Tiko karena Tiko adalah teman lamanya yang baru pindah di desa Tariban yang merupakan desanya.Tiko juga akan bersekolah di sekolah yang sama dengannya dan tinggal di rumahnya.Untuk beradaptasi,Rino mengajak berkeliling desa mumpung hari ini Minggu yang cerah..

“Tiko,kenapa kamu memutuskan pindah ke desa…???”tanya Roni membuka pembicaraan.
“Hm..!!! kepingin aja..”jawab Tiko cuek.
“Bukankah di kota Jakarta lebih ramai.Tidak terpencil seperti desa ini..???”tanya Roni lagi.
“Kan,aku mau dekat sama sahabat aku yang ganteng ini……”jawab Tiko bercanda sambal merangkul pundak Roni.
“Idih,jangan rangkul-rangkul,ntar kamu naksir aku lagi….!!!”balas Roni dengan candaan sambal melepas rangkulan Tiko.

Mereka tertawa terbahak-bahak.Itulah mereka.Mereka selalu bercanda tiap bertemu.Walaupun hanya saat liburan atau lewat e-mail saja.Mereka berjalan keliling desa sambal bercanda.Roni juga menjelaskan,walaupun desanya tercpencil tapi desanya amat tentram.Sedangkan Tiko hanya mengaggukkan kepala terkadang menjahili Roni.Sampai dengan tiba-tiba Tiko menghentikan langkahnya.

“Kamu kenapa berhenti Tiko…???”tanya Roni keheranan karena Tiko berhenti berjalan tiba-tiba.
“…………”Tiko tidak merespon.
“Hey,Tiko…..”panggil Roni,tetapi Tiko tetap tidak merespon.Malah terus menghadap rumah sederhana bercat putih.
“TIKO…!!!!”teriak Roni sambal menepuk pundak Tiko.
“Eh,ada apa…???”Tiko tersentak.
“Kamu kenapa..???Kok diam,kamu sakit…..????”tanya Roni dengan unsur kekhawatiran di dalam ucapannya tadi.
“Ngak kok,nggak apa-apa….!!!”jawab Toni mengelengkan kepala untuk meyakinkan Roni.
“Terus,kenapa tiba-tiba berhenti…..???”tanya Roni penuh tanda tanya di kepalanya.
“Itu…….”tunjuk Tiko ke rumah sederhana bercat putih,lebih tepatnya kearah candela.
“Ada apa sih….???”jawab Roni sambal melongok ke tempat yang ditunjuk Tiko tadi.
“Tadi aku melihat sesuatu di cedela sana….”Tiko terlihat penasaran.
“Ohhh,mungkin itu dia…”jawab Rino sambal melihat kearah yang Tiko tunjuk.
“Dia siapa…..????”tanya Tiko  penuh penasaran.
“Bella,anak dari Bu Rina sama Pak Slamet….”kata Roni menjelaskan.
“Siapa dia…???”tanya Tiko penasaran.
“Hmm,nanti deh di rumah akau ceritain.Mending sekarang kita pulang.Aku yakin kamu sudah lapar…”usul Roni

Akhirnya mereka berdua berjalan pulang ke rumah.Karena hari sudah semakin siang,dan perut mereka mulai demo minta diisi.Sesampai di rumah mereka segera masuk dan disambut ibu Roni.Merena mencium telapak tangan ibu Roni dan tersenyum manis.

“Lho,sudah pulang.Memang sudah puas jalan-jalannya…???”tanya ibu Roni.
“Sudah bu,kami sudah lelah,lapar lagi.”jelas Roni.
“Benar bibi,apalagi Tiko harus menyiapkan alat-alat sekolah untuk sekolah Tiko mulai besok.Jalan-jalannya bisa dilanjutkan kapan-kapan,kok….????”jawab Tiko.
Sedangkan ibunya Roni hanya tersenyum kecil.
“Baiklah,terserah kalian saja.Sekarang kalian cuci kaki dan tangan kalian.Ibu akan menyiapkan makanan.Sepertinya bapak kamu juga sebentar lagi pulang,Roni….”pinta ibu Roni kepada mereka berdua.
“Baik bu/bibi…”jawab mereka dengan serentak tak lupa hormat.Mereka  segera masuk ke dalam rumah sambal sesekali bersendau gurau.

Ibu Roni tersenyum bahagia melihat keakraban mereka yang layaknya saudara kandung.Lalu ia segera berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang mereka.
Malam harinya,Tiko menyiapkan peralatan untuk memulai sekolah barunya besok.Sedangkan Roni tengah asyik bermain game di laptop.

“Emmmm,Roni…”Tiko memulai membuka pembicaraan.
“Apa….??”sahut Roni tanpa melepas pandangan matanya dari layar laptop.
“Bukankah kamu tadi janji,mau menceritakan tentang Bella…???”tanya Tiko.
“Bentar ya,lagi asyik-asyiknya nih…”Roni tetap berkutat dengan laptopnya.
Tiko menghampiri Roni.Lalu ia menarik lengan baju Roni.
“Ayolah,ayo…..!!! Kamu kan udah janji…..”pinta Tiko.
“Iya,bentar deh….!!!”tolak Roni.

Namun sepertinya Tiko tetap bersikeras.Ia tetap menarik-narik lengan baju Roni.Sampai akhirnya Roni jengah akan tingkah Tiko dan menyerah.Roni menutup laptopnya,lalu menghadap Tiko dengan wajah garangnya.Sedangkan yang ditatap  hanya cengengesan.

“Nah,gitu dong….”goda Tiko.
“Huh…!!!Kamu mau tanya apa soal,Bella…???”tanya Roni.
“Semua….???”jawab Tiko.
“SEMUA…!!!”Roni membelalakkan matanya.Wah,pasti ia akan bicara banyak dan ia pasti tidak akan menyelesaikan game yang tertunda.
“Iya,S-E-M-U-A….”jawab Tiko dengan semangat dengan mengeja tiap kata ‘semua’.Sedangkan Roni menghela nafasnya pelan.
“Baiklah,Bella adalah anak dari Bu Rina sama Pak Slamet.Dia tidak pernah keluar rumah.Lebih tepatnya ia tidak boleh keluar rumah.Se…..”belum sempat menyelesaikan kalimatnya,Tiko memotong pembicaraan.
“Hah..!! Kenapa,kenapa,kenap…..”belum sampai Tiko melayangkan tanda tanya-nya, perkataannya sudah dipotong oleh Roni.
“Bisa nggak,kalau nggak pakek acara memotong ucapanku.Mau diterusin nggak…???”dengan garangnya Roni memarahi Tiko.Sedangkan Tiko hanya mengangguk.
Roni menghela nafasnya pelan.
“Baiklah,aku lanjutkan ceritanya.Kenapa Bella tak diperbolehkan keluar rumah,sebab ia sakit.Katanya sih ia sakit kanker dan beberapa penyakit lain.Istilahnya komplikasi.Seharusnya sih,ia seumuran kita,kalu sekolah setingkat deh sama kita.Bu Rina sama Pak Slamet udah berusaha buat nyembuhin Bella.Tapi hasilnya tetap nol.Malah lebih parah.Pokoknya kasian deh…..”Rino menjelaskan dengan wajah yang miris.
“Wah,kasian banget…..”Tiko merespon singkat.Lalu ia berjalan kearah Kasur dan menjatuhkan tubuhnya.
“Udah mau tidur.Aku matiin lampunya ya.Aku juga sudah mengantuk.”Roni segera bangkait dari duduknya,berjalan sambal menguap untuk mematikan lampu.Setelah itu ia segera menyusul Tiko dan merebahkan tubuhnya dan segera tidur.Sedangkan Tiko hanya memandang kosong kea tap kamarnya,lebih tepatnya kamar Roni.
“Hmm,miris”gumam Tiko,lalu memejamkan kedua matanya untuk menyusul Roni kea lam mimpi.

Keesokan harinya pukul 06.00 pagi mereka berangkat sekolah bersama.Mereka berjalan menuju SMA NEGERI BAKTI BANGSA,sebab jarak antara sekolah dengan rumah Roni tidak terlalu jauh.Ketika sesampai di sekolah Roni segera membawa Tiko ke ruang tata usaha untuk mendapat kelas yang akan ia masuki.Ternyata kelas mereka berbeda.Mau tak mau Tiko harus berinteraksi dengan orang-orang baru tanpa bantuan Tiko.

“Semangat ya Tiko.Jangan takut.Murid di sini baik-baik kok…..”Roni menyemangati Tiko.
“Iya,deh….”jawab Tiko dengan nada malas.
“Kalau begitu aku ke kelas dulu.Jangan sedih dong,kelas aku kan di kelas XI C,kamu di kelas XI A.Nanti kalua istirahat aku samperin deh….”bujuk Roni.
“Oke,deh….”jawab Tiko.

Mereka akhirnya terpisah,namun setiap pulang atau waktu istirahat mereka bersama.Tak terasa sudah 4 bulan berlalu.Tiko juga sudah mendapat tema baru.Ia juga sudah tahu seluk beluk desa Tariban.Jadi ketika ia ingin ke warung,tak perlu minta antar Roni.Seperti hari ini,Tiko pulang dari warung.Ia baru membeli camilan.Ketika melewati rumah Pak Slamet ia berhenti sejenak.Ia melihat Bella sedang duduk di beranda rumah sambil membaca buku ditemani secangkir teh hangat yang asapnya terlihat mengepul.Lalu Tiko menghampiri Bella.

“Hai…….”sapa Tiko.
“O-hai….”Bella terlihat kaget atas kehadiran Tiko.
“Kamu Bella kan….???”tanya Tiko.
“Iya…..”jawab Bella seadanya.
“Perkenalkan aku Tiko….”Tiko mengulurkan tangannya.
Dengan agak ragu,Bella menyambut uluran tangan Tiko. “A-aku Bella…..”
“Bella,kamu di sana nak….”terdengar suara perempuan di dalam rumah.
“Iya,bu.Bella di luar…”sahut Bella.

Lalu muncullah sosok wanita dari dalam rumah.
“Siapa dia Bella…?”tanya ibu Bella.
“Dia Tiko bu,teman baru Bella…”jelas Bella.
“O…..”jawab ibu Bella.
“Selamat siang tante.Saya Tiko.Teman dari Roni.Anak dari bu Inem sam Pak Shodikin….”jelas Tiko.Lalu ia mencimun telapak tangan ibunya Bella.
“Oh,Pak Shodikin juragan timun itu…”tanya bu Rina.
“Benar,tante…”jawab Tiko.
“Hm,Bella sekarang masuk kamar kamu.Kamu harus istirahat….!!!”perintah Bu Rina.
“Iya bu…”jawab Bella lalu ia segera masuk rumah dengan membawa buku dan cangkir tehnya.
“Maaf ya nak Tiko.Bella harus istirahat.Nak Tiko pulang saja.”perintah Bu Rina halus.
“Iya,nggak apa-apa kok tante.Kalau begitu Tiko pulang dulu.Assalamu’alaikum..”pamit Tiko.Sebelum itu Tiko mencium telapak tangan Bu Rina.
“Walaikumsalam…..”sahut Bu Rina.Lalu Bu Rina segera masuk ke dalam rumah.
Semenjak perkenalan kemaren,Tiko dan Bella semakin dekat.Walupun hanya duduk-duduk di beranda rumah.Bahkan sekarang Tiko dan Roni jarang bermain bersama.Tiko selalu mendatangi rumah Bella.Mencerikan hal-hal yang ia alami di lur rumah dan saat bersekolah.Bu Rina dan Pak Slamet tidak terlalu keberatan.Asal Bella tidak sampai keluar dari gerbang rumah.
“Wah,ada yang punya pacar baru.Sampai-sampai sahabatnya ini dilupakan…”ejek Roni.
“Apa-an sih.Siapa yang pacaran dengan siapa..?”tanya Tiko.
“Ya kamu itu lo,siapa lagi…”tunjuk Roni ke wajah Tiko.
“Pacaran..?? Aku….”Tiko menunjuk dirinya sendiri. “Sama siapa….????” Tanya Tiko.
“Bella.Cewek tinggi semampai,rambut hitam panjang bergelombang,wajah cantic.Anaknya Pak Slamet tuh….”sindir Roni.
“Bella…??Aku cuma temenan kok…”jawab Tiko.
“Heleh…..”Roni lalu keluar kamar.

Sedangkan Tiko hanya menggelengkan kepala.
Kedekatan Bella dengan Tiko semakin hari semakin menyenangkan.Mulai tumbuh cinta di hati mereka.Suatu hari Tiko berjalan menuju rumah Bella.Ceritanya ia mau mengungkapkan pernyataan cintanya.Tapi terlihat Bella masuk mobil hitam yang disopiri Pak Slamet.Sedangkan Bu Rina sedang mengunci rumah.

“Bella,mau kemana….???”tanya Tiko ke Bu Rina.
“Bella mau ke Bandung nak,ia harus berobat.Ia akan di operasi lagi.”jawab Bu Rina.
Mendengar itu,Tiko menghampiri mobil.Lalu mengetuk kaca mobil.
“Bella,Bella.Buka sebentar….”pinta Tiko.Lalu kaca mobil terbuka.
“Benar,kamu mau operasi lagi…???”tanya Tiko.
“Iya,aku kepingin sembuh.Lalu kita main bersama….”Bella menjawab dengan senyuman.
“Ta-tapi,ini terlalu tiba-tiba…”Tiko terlihat tidak rela.
“Tenang,aku akan kembali kok….”Bella mencoba menenangkan hati Tiko.

Lalu kaca mobil tertutup.Mobil mulai berjalan.Sedangkan Tiko menatap sayu mobil yang mengantar Bella ke Bandung untuk di operasi.
Setelah 4 bulan,tak ada kabar dari Bella.Tiko menjadi murung.Rino dan kedua orang tuanya kalang kabut.Roni sudah mencoba menghibur Tiko,namun tak berhasil.Bahkan prestasi Tiko menurun.Namun  2 bulan kemudian,terdengar kabar bahwa Bu Rina dan Pak Slamet kembali.Segera saja Tiko menuju rumah mereka.

“Assalamu’alaikum.Bu,Pak…..”Tiko mengetuk pintu rumah mereka.Lalu pintu terbuka.
“Wa’alaikumsalam…”terdengar sahutan dari dalam rumah.Lalu pintu terbuka dan Bu Rina muncul.
“Eh,nak Tiko…”jawab Bu Rina.
“Bella,Bellanya mana tante….”Tiko terlihat celingak-celinguk ke dalam.
Mendengar itu raut wajah Bu Rina berubah.Wajahnya menjadi sedih.Melihat itu Tiko menjadi kawatir.
“Lho,kenapa tante…???”tanya Tiko.
“Sebentar ya,…”Bu Rina masuk ke dalam rumah.Lalu membawa sepucuk surat.Lalu memberikannya ke Tiko.
“A-apa ini tante…”tanya Tiko.
“Buka saja,tapi di rumah ya.Sekarang tante mohon kamu pulang…”pinta Bu Rina.Lalu menutup pintu rumah.
“Tapi,Bella dimana tante.Tante….!!!!”Tiko mengetuk-ketuk pintu.Lalu dengan rasa penasaran yang tinggi ia pulang ke rumah dengan membawa sepucuk surat itu.Sedangkan di balik pintu,Bu Rina menangis tersedu-sedu,sambil menutup mulutnya.
Sesampai dirumah…

“Surat apa ini,apa Bella mau minta ketemuan sama aku ya…”dengan tergesa ia membuka surat itu..

‘Dear Tiko’

Hai Tiko,apa kabar kamu disana.Aku harap kamu baik-baik saja.
Kamu tahu aku senang sekali bisa bertemu teman seperti kamu.Kamu teman pertamaku.Kamu tahu,aku disini selalu memikirkan kamu,Aku rindu bisa bercanda sama kamu.Aku berharap,sepulang dari operasi aku bisa bermain lagi dengan mu.
Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain.Setelah selesai operasi tubuhku malah mengurus.Dokter bilang itu hanya efek dari operasi.Nanti juga sembuh.Namun ternyata setelah berhari-hari dokter mulai curaga.Karena Tubuhku semakin mengurus.Kamu tahu kenapa?ternyata aku terinfeksi firus HIV.Suntik yang dokter berikan,ternyata tidak steril.Wah,aku punya tamu penyakit lagi ya..

Membaca itu Tiko meneteskan air mata.

Setiap hari aku harus diawasi intensif oleh dokter.
Sakitttt……
Sakittttt,sekali…
Kamu tahu,entah kenapa tulang ku juga seperti remuk.Tubuhku tak bisa bergerak.Kepalaku sakit,jantung dan perutku serasa di remas.
Sakittttt,sekali.Apa tidak ada obat untuk menyembuhkan rasa sakit ini.
Semua pengobatan dokter itu menyakiti aku.Apa Tuhan begitu membenciku,sehingga ia memberikan berbagai penyakit kepadaku.Lalu untuk apa aku dilahirka,kalau hanya untuk menderita.Tapi setelah sekian lama aku paham.Tuhan itu saying sama aku,ia ingin tahu seberapa kuat aku menghadapi cobaan hidup.
Kalau kamu membaca surat ini,aku sekarang ada di surga.Bermain-main.Banyak teman lho.Tanpa ada rasa sakit yang menyiksaku.
Maaf aku terlambat mengucapkan ini.Aku pengecut ya….
Tiko,aku sayang sama kamu,sayang sekali.Maaf mengucapkannya terlambat.
Selamat tinggal…
Bella

Tiko meraung.Ia jatuh tertelungkup.Ia menangis tersedu-sedu,sambil meremas surat dari Bella.Ia juga berteriak memanggil nama Bella berkali-kali.Keluarga Rino berlari menghampiri Tiko.Mereka terkejut melihat Tiko menangis tersedu-sedu.

“Tiko,Tiko ada apa,teman…..”Roni dengan khawatir .
“Nak,kamu kenapa….”Bu Inem memeluk Tiko untuk menenangkannya.Tiko membalas pelukan Bu 

Inem lalu menangis lagi semakin kencang.Rino mengambil surat yang digenggam Tiko lalu membacanya.Roni terkejut atas kematian Bella.Ia menatap sedih temannya itu.Baru merasakan rasa suka terhadap seseorang,sudah ditinggal mati oleh Bella.
Langit yang tadinya Nampak cerah,kini mendung dan mulai meneteskan air.Sepertinya langit juga ikut bersedih.

10 TAHUN KEMUDIAN….

Tampak seorang dokter tampan memberi senyum kepada seorang ibu yang sedang menangis bahagia.
“Terima kasih dokter,jadi anak saya sekarang sudah sembuh…”tanya ibu itu dengan harap.
“Ya,anak ibu sekarng sudah sembuh dari kanker.Selamatya….”Tiko menjabat tangan ibu itu,lalu pergi.
Dokter itu berjalan ke lorong ruamh sakit.Dengan wajah bahagianya ia berjalan.Beberapa  suster dan dokter yang berpapaan dengannya,menyapanya.Lalu ia masuk ke ruangannya.Ia menyampirkan jas putihnya dengan name tag yang tersemat ‘DR.TIKO SANJAYA’

Ia duduk dikursi putarnya.Ia senang sekali,operasinya berjalan dengan mulus.Ia merasakan bahwa ada yang memeluknya.Saat ia lihat di kaca taka da siapa-siapa.Tapi ia merasakan bahwa ia tengah di peluk.Lalu ia tersenyum.Ia tahu siapa yang tengah memeluknay.

‘Selamat ya,kamu berhasil.Terima kasih kamu mau menyembukan orang yang sama denganku’

Ia mendengar ada yang mebisikkan kata-kata itu ditelinganya.
“Tentu,tentu Bella….”Tiko menjawab itu dengan wajah tersenyum dan mata terpejam.Ia bahagia,bahagia sekali.




TAMAT



 
Rizqa Ainun Hakim. Template Design By: SkinCorner