Takdir
Disuatu yang cerah,Tiko dan Roni berjalan beriringan.Roni
mengajak jalan-jalan Tiko karena Tiko adalah teman lamanya yang baru pindah di
desa Tariban yang merupakan desanya.Tiko juga akan bersekolah di sekolah yang
sama dengannya dan tinggal di rumahnya.Untuk beradaptasi,Rino mengajak
berkeliling desa mumpung hari ini Minggu yang cerah..
“Tiko,kenapa kamu memutuskan pindah ke desa…???”tanya Roni
membuka pembicaraan.
“Hm..!!! kepingin aja..”jawab Tiko cuek.
“Bukankah di kota Jakarta lebih ramai.Tidak terpencil
seperti desa ini..???”tanya Roni lagi.
“Kan,aku mau dekat sama sahabat aku yang ganteng ini……”jawab
Tiko bercanda sambal merangkul pundak Roni.
“Idih,jangan rangkul-rangkul,ntar kamu naksir aku
lagi….!!!”balas Roni dengan candaan sambal melepas rangkulan Tiko.
Mereka tertawa terbahak-bahak.Itulah mereka.Mereka selalu
bercanda tiap bertemu.Walaupun hanya saat liburan atau lewat e-mail saja.Mereka
berjalan keliling desa sambal bercanda.Roni juga menjelaskan,walaupun desanya
tercpencil tapi desanya amat tentram.Sedangkan Tiko hanya mengaggukkan kepala
terkadang menjahili Roni.Sampai dengan tiba-tiba Tiko menghentikan langkahnya.
“Kamu kenapa berhenti Tiko…???”tanya Roni keheranan karena
Tiko berhenti berjalan tiba-tiba.
“…………”Tiko tidak merespon.
“Hey,Tiko…..”panggil Roni,tetapi Tiko tetap tidak
merespon.Malah terus menghadap rumah sederhana bercat putih.
“TIKO…!!!!”teriak Roni sambal menepuk pundak Tiko.
“Eh,ada apa…???”Tiko tersentak.
“Kamu kenapa..???Kok diam,kamu sakit…..????”tanya Roni
dengan unsur kekhawatiran di dalam ucapannya tadi.
“Ngak kok,nggak apa-apa….!!!”jawab Toni mengelengkan kepala
untuk meyakinkan Roni.
“Terus,kenapa tiba-tiba berhenti…..???”tanya Roni penuh
tanda tanya di kepalanya.
“Itu…….”tunjuk Tiko ke rumah sederhana bercat putih,lebih
tepatnya kearah candela.
“Ada apa sih….???”jawab Roni sambal melongok ke tempat yang
ditunjuk Tiko tadi.
“Tadi aku melihat sesuatu di cedela sana….”Tiko terlihat
penasaran.
“Ohhh,mungkin itu dia…”jawab Rino sambal melihat kearah yang
Tiko tunjuk.
“Dia siapa…..????”tanya Tiko
penuh penasaran.
“Bella,anak dari Bu Rina sama Pak Slamet….”kata Roni
menjelaskan.
“Siapa dia…???”tanya Tiko penasaran.
“Hmm,nanti deh di rumah akau ceritain.Mending sekarang kita
pulang.Aku yakin kamu sudah lapar…”usul Roni
Akhirnya mereka berdua berjalan pulang ke rumah.Karena hari
sudah semakin siang,dan perut mereka mulai demo minta diisi.Sesampai di rumah
mereka segera masuk dan disambut ibu Roni.Merena mencium telapak tangan ibu
Roni dan tersenyum manis.
“Lho,sudah pulang.Memang sudah puas jalan-jalannya…???”tanya
ibu Roni.
“Sudah bu,kami sudah lelah,lapar lagi.”jelas Roni.
“Benar bibi,apalagi Tiko harus menyiapkan alat-alat sekolah
untuk sekolah Tiko mulai besok.Jalan-jalannya bisa dilanjutkan kapan-kapan,kok….????”jawab
Tiko.
Sedangkan ibunya Roni hanya tersenyum kecil.
“Baiklah,terserah kalian saja.Sekarang kalian cuci kaki dan
tangan kalian.Ibu akan menyiapkan makanan.Sepertinya bapak kamu juga sebentar
lagi pulang,Roni….”pinta ibu Roni kepada mereka berdua.
“Baik bu/bibi…”jawab mereka dengan serentak tak lupa
hormat.Mereka segera masuk ke dalam
rumah sambal sesekali bersendau gurau.
Ibu Roni tersenyum bahagia melihat keakraban mereka yang
layaknya saudara kandung.Lalu ia segera berjalan menuju dapur untuk menyiapkan
makan siang mereka.
Malam harinya,Tiko menyiapkan peralatan untuk memulai
sekolah barunya besok.Sedangkan Roni tengah asyik bermain game di laptop.
“Emmmm,Roni…”Tiko memulai membuka pembicaraan.
“Apa….??”sahut Roni tanpa melepas pandangan matanya dari
layar laptop.
“Bukankah kamu tadi janji,mau menceritakan tentang
Bella…???”tanya Tiko.
“Bentar ya,lagi asyik-asyiknya nih…”Roni tetap berkutat
dengan laptopnya.
Tiko menghampiri Roni.Lalu ia menarik lengan baju Roni.
“Ayolah,ayo…..!!! Kamu kan udah janji…..”pinta Tiko.
“Iya,bentar deh….!!!”tolak Roni.
Namun sepertinya Tiko tetap bersikeras.Ia tetap
menarik-narik lengan baju Roni.Sampai akhirnya Roni jengah akan tingkah Tiko
dan menyerah.Roni menutup laptopnya,lalu menghadap Tiko dengan wajah
garangnya.Sedangkan yang ditatap hanya
cengengesan.
“Nah,gitu dong….”goda Tiko.
“Huh…!!!Kamu mau tanya apa soal,Bella…???”tanya Roni.
“Semua….???”jawab Tiko.
“SEMUA…!!!”Roni membelalakkan matanya.Wah,pasti ia akan
bicara banyak dan ia pasti tidak akan menyelesaikan game yang tertunda.
“Iya,S-E-M-U-A….”jawab Tiko dengan semangat dengan mengeja
tiap kata ‘semua’.Sedangkan Roni menghela nafasnya pelan.
“Baiklah,Bella adalah anak dari Bu Rina sama Pak Slamet.Dia
tidak pernah keluar rumah.Lebih tepatnya ia tidak boleh keluar
rumah.Se…..”belum sempat menyelesaikan kalimatnya,Tiko memotong pembicaraan.
“Hah..!! Kenapa,kenapa,kenap…..”belum sampai Tiko
melayangkan tanda tanya-nya, perkataannya sudah dipotong oleh Roni.
“Bisa nggak,kalau nggak pakek acara memotong ucapanku.Mau
diterusin nggak…???”dengan garangnya Roni memarahi Tiko.Sedangkan Tiko hanya
mengangguk.
Roni menghela nafasnya pelan.
“Baiklah,aku lanjutkan ceritanya.Kenapa Bella tak
diperbolehkan keluar rumah,sebab ia sakit.Katanya sih ia sakit kanker dan
beberapa penyakit lain.Istilahnya komplikasi.Seharusnya sih,ia seumuran
kita,kalu sekolah setingkat deh sama kita.Bu Rina sama Pak Slamet udah berusaha
buat nyembuhin Bella.Tapi hasilnya tetap nol.Malah lebih parah.Pokoknya kasian
deh…..”Rino menjelaskan dengan wajah yang miris.
“Wah,kasian banget…..”Tiko merespon singkat.Lalu ia berjalan
kearah Kasur dan menjatuhkan tubuhnya.
“Udah mau tidur.Aku matiin lampunya ya.Aku juga sudah
mengantuk.”Roni segera bangkait dari duduknya,berjalan sambal menguap untuk
mematikan lampu.Setelah itu ia segera menyusul Tiko dan merebahkan tubuhnya dan
segera tidur.Sedangkan Tiko hanya memandang kosong kea tap kamarnya,lebih
tepatnya kamar Roni.
“Hmm,miris”gumam Tiko,lalu memejamkan kedua matanya untuk
menyusul Roni kea lam mimpi.
Keesokan harinya pukul 06.00 pagi mereka berangkat sekolah
bersama.Mereka berjalan menuju SMA NEGERI BAKTI BANGSA,sebab jarak antara
sekolah dengan rumah Roni tidak terlalu jauh.Ketika sesampai di sekolah Roni
segera membawa Tiko ke ruang tata usaha untuk mendapat kelas yang akan ia
masuki.Ternyata kelas mereka berbeda.Mau tak mau Tiko harus berinteraksi dengan
orang-orang baru tanpa bantuan Tiko.
“Semangat ya Tiko.Jangan takut.Murid di sini baik-baik
kok…..”Roni menyemangati Tiko.
“Iya,deh….”jawab Tiko dengan nada malas.
“Kalau begitu aku ke kelas dulu.Jangan sedih dong,kelas aku
kan di kelas XI C,kamu di kelas XI A.Nanti kalua istirahat aku samperin
deh….”bujuk Roni.
“Oke,deh….”jawab Tiko.
Mereka akhirnya terpisah,namun setiap pulang atau waktu
istirahat mereka bersama.Tak terasa sudah 4 bulan berlalu.Tiko juga sudah
mendapat tema baru.Ia juga sudah tahu seluk beluk desa Tariban.Jadi ketika ia
ingin ke warung,tak perlu minta antar Roni.Seperti hari ini,Tiko pulang dari
warung.Ia baru membeli camilan.Ketika melewati rumah Pak Slamet ia berhenti
sejenak.Ia melihat Bella sedang duduk di beranda rumah sambil membaca buku
ditemani secangkir teh hangat yang asapnya terlihat mengepul.Lalu Tiko
menghampiri Bella.
“Hai…….”sapa Tiko.
“O-hai….”Bella terlihat kaget atas kehadiran Tiko.
“Kamu Bella kan….???”tanya Tiko.
“Iya…..”jawab Bella seadanya.
“Perkenalkan aku Tiko….”Tiko mengulurkan tangannya.
Dengan agak ragu,Bella menyambut uluran tangan Tiko. “A-aku
Bella…..”
“Bella,kamu di sana nak….”terdengar suara perempuan di dalam
rumah.
“Iya,bu.Bella di luar…”sahut Bella.
Lalu muncullah sosok wanita dari dalam rumah.
“Siapa dia Bella…?”tanya ibu Bella.
“Dia Tiko bu,teman baru Bella…”jelas Bella.
“O…..”jawab ibu Bella.
“Selamat siang tante.Saya Tiko.Teman dari Roni.Anak dari bu
Inem sam Pak Shodikin….”jelas Tiko.Lalu ia mencimun telapak tangan ibunya
Bella.
“Oh,Pak Shodikin juragan timun itu…”tanya bu Rina.
“Benar,tante…”jawab Tiko.
“Hm,Bella sekarang masuk kamar kamu.Kamu harus istirahat….!!!”perintah
Bu Rina.
“Iya bu…”jawab Bella lalu ia segera masuk rumah dengan
membawa buku dan cangkir tehnya.
“Maaf ya nak Tiko.Bella harus istirahat.Nak Tiko pulang
saja.”perintah Bu Rina halus.
“Iya,nggak apa-apa kok tante.Kalau begitu Tiko pulang
dulu.Assalamu’alaikum..”pamit Tiko.Sebelum itu Tiko mencium telapak tangan Bu
Rina.
“Walaikumsalam…..”sahut Bu Rina.Lalu Bu Rina segera masuk ke
dalam rumah.
Semenjak perkenalan kemaren,Tiko dan Bella semakin
dekat.Walupun hanya duduk-duduk di beranda rumah.Bahkan sekarang Tiko dan Roni
jarang bermain bersama.Tiko selalu mendatangi rumah Bella.Mencerikan hal-hal
yang ia alami di lur rumah dan saat bersekolah.Bu Rina dan Pak Slamet tidak
terlalu keberatan.Asal Bella tidak sampai keluar dari gerbang rumah.
“Wah,ada yang punya pacar baru.Sampai-sampai sahabatnya ini
dilupakan…”ejek Roni.
“Apa-an sih.Siapa yang pacaran dengan siapa..?”tanya Tiko.
“Apa-an sih.Siapa yang pacaran dengan siapa..?”tanya Tiko.
“Ya kamu itu lo,siapa
lagi…”tunjuk Roni ke wajah Tiko.
“Pacaran..?? Aku….”Tiko menunjuk
dirinya sendiri. “Sama siapa….????” Tanya Tiko.
“Bella.Cewek tinggi
semampai,rambut hitam panjang bergelombang,wajah cantic.Anaknya Pak Slamet
tuh….”sindir Roni.
“Bella…??Aku cuma temenan
kok…”jawab Tiko.
“Heleh…..”Roni lalu keluar kamar.
Sedangkan Tiko hanya
menggelengkan kepala.
Kedekatan Bella dengan Tiko
semakin hari semakin menyenangkan.Mulai tumbuh cinta di hati mereka.Suatu hari
Tiko berjalan menuju rumah Bella.Ceritanya ia mau mengungkapkan pernyataan
cintanya.Tapi terlihat Bella masuk mobil hitam yang disopiri Pak
Slamet.Sedangkan Bu Rina sedang mengunci rumah.
“Bella,mau kemana….???”tanya Tiko
ke Bu Rina.
“Bella mau ke Bandung nak,ia
harus berobat.Ia akan di operasi lagi.”jawab Bu Rina.
Mendengar itu,Tiko menghampiri
mobil.Lalu mengetuk kaca mobil.
“Bella,Bella.Buka
sebentar….”pinta Tiko.Lalu kaca mobil terbuka.
“Benar,kamu mau operasi
lagi…???”tanya Tiko.
“Iya,aku kepingin sembuh.Lalu
kita main bersama….”Bella menjawab dengan senyuman.
“Ta-tapi,ini terlalu
tiba-tiba…”Tiko terlihat tidak rela.
“Tenang,aku akan kembali
kok….”Bella mencoba menenangkan hati Tiko.
Lalu kaca mobil tertutup.Mobil
mulai berjalan.Sedangkan Tiko menatap sayu mobil yang mengantar Bella ke
Bandung untuk di operasi.
Setelah 4 bulan,tak ada kabar
dari Bella.Tiko menjadi murung.Rino dan kedua orang tuanya kalang kabut.Roni
sudah mencoba menghibur Tiko,namun tak berhasil.Bahkan prestasi Tiko
menurun.Namun 2 bulan kemudian,terdengar
kabar bahwa Bu Rina dan Pak Slamet kembali.Segera saja Tiko menuju rumah
mereka.
“Assalamu’alaikum.Bu,Pak…..”Tiko
mengetuk pintu rumah mereka.Lalu pintu terbuka.
“Wa’alaikumsalam…”terdengar
sahutan dari dalam rumah.Lalu pintu terbuka dan Bu Rina muncul.
“Eh,nak Tiko…”jawab Bu Rina.
“Bella,Bellanya mana tante….”Tiko
terlihat celingak-celinguk ke dalam.
Mendengar itu raut wajah Bu Rina
berubah.Wajahnya menjadi sedih.Melihat itu Tiko menjadi kawatir.
“Lho,kenapa tante…???”tanya Tiko.
“Sebentar ya,…”Bu Rina masuk ke
dalam rumah.Lalu membawa sepucuk surat.Lalu memberikannya ke Tiko.
“A-apa ini tante…”tanya Tiko.
“Buka saja,tapi di rumah
ya.Sekarang tante mohon kamu pulang…”pinta Bu Rina.Lalu menutup pintu rumah.
“Tapi,Bella dimana
tante.Tante….!!!!”Tiko mengetuk-ketuk pintu.Lalu dengan rasa penasaran yang
tinggi ia pulang ke rumah dengan membawa sepucuk surat itu.Sedangkan di balik
pintu,Bu Rina menangis tersedu-sedu,sambil menutup mulutnya.
Sesampai dirumah…
“Surat apa ini,apa Bella mau
minta ketemuan sama aku ya…”dengan tergesa ia membuka surat itu..
‘Dear Tiko’
Hai Tiko,apa kabar kamu
disana.Aku harap kamu baik-baik saja.
Kamu tahu aku senang sekali bisa bertemu
teman seperti kamu.Kamu teman pertamaku.Kamu tahu,aku disini selalu memikirkan
kamu,Aku rindu bisa bercanda sama kamu.Aku berharap,sepulang dari operasi aku
bisa bermain lagi dengan mu.
Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain.Setelah
selesai operasi tubuhku malah mengurus.Dokter bilang itu hanya efek dari
operasi.Nanti juga sembuh.Namun ternyata setelah berhari-hari dokter mulai
curaga.Karena Tubuhku semakin mengurus.Kamu tahu kenapa?ternyata aku terinfeksi
firus HIV.Suntik yang dokter berikan,ternyata tidak steril.Wah,aku punya tamu
penyakit lagi ya..
Membaca itu Tiko meneteskan air
mata.
Setiap hari aku harus diawasi
intensif oleh dokter.
Sakitttt……
Sakittttt,sekali…
Kamu tahu,entah kenapa tulang
ku juga seperti remuk.Tubuhku tak bisa bergerak.Kepalaku sakit,jantung dan
perutku serasa di remas.
Sakittttt,sekali.Apa tidak ada
obat untuk menyembuhkan rasa sakit ini.
Semua pengobatan dokter itu
menyakiti aku.Apa Tuhan begitu membenciku,sehingga ia memberikan berbagai
penyakit kepadaku.Lalu untuk apa aku dilahirka,kalau hanya untuk menderita.Tapi
setelah sekian lama aku paham.Tuhan itu saying sama aku,ia ingin tahu seberapa
kuat aku menghadapi cobaan hidup.
Kalau kamu membaca surat
ini,aku sekarang ada di surga.Bermain-main.Banyak teman lho.Tanpa ada rasa
sakit yang menyiksaku.
Maaf aku terlambat mengucapkan
ini.Aku pengecut ya….
Tiko,aku sayang sama kamu,sayang
sekali.Maaf mengucapkannya terlambat.
Selamat tinggal…
Bella
Tiko meraung.Ia jatuh
tertelungkup.Ia menangis tersedu-sedu,sambil meremas surat dari Bella.Ia juga
berteriak memanggil nama Bella berkali-kali.Keluarga Rino berlari menghampiri
Tiko.Mereka terkejut melihat Tiko menangis tersedu-sedu.
“Tiko,Tiko ada apa,teman…..”Roni
dengan khawatir .
“Nak,kamu kenapa….”Bu Inem
memeluk Tiko untuk menenangkannya.Tiko membalas pelukan Bu
Inem lalu menangis
lagi semakin kencang.Rino mengambil surat yang digenggam Tiko lalu
membacanya.Roni terkejut atas kematian Bella.Ia menatap sedih temannya itu.Baru
merasakan rasa suka terhadap seseorang,sudah ditinggal mati oleh Bella.
Langit yang tadinya Nampak
cerah,kini mendung dan mulai meneteskan air.Sepertinya langit juga ikut
bersedih.
10 TAHUN KEMUDIAN….
Tampak seorang dokter tampan
memberi senyum kepada seorang ibu yang sedang menangis bahagia.
“Terima kasih dokter,jadi anak
saya sekarang sudah sembuh…”tanya ibu itu dengan harap.
“Ya,anak ibu sekarng sudah sembuh
dari kanker.Selamatya….”Tiko menjabat tangan ibu itu,lalu pergi.
Dokter itu berjalan ke lorong
ruamh sakit.Dengan wajah bahagianya ia berjalan.Beberapa suster dan dokter yang berpapaan
dengannya,menyapanya.Lalu ia masuk ke ruangannya.Ia menyampirkan jas putihnya
dengan name tag yang tersemat ‘DR.TIKO SANJAYA’
Ia duduk dikursi putarnya.Ia
senang sekali,operasinya berjalan dengan mulus.Ia merasakan bahwa ada yang
memeluknya.Saat ia lihat di kaca taka da siapa-siapa.Tapi ia merasakan bahwa ia
tengah di peluk.Lalu ia tersenyum.Ia tahu siapa yang tengah memeluknay.
‘Selamat ya,kamu
berhasil.Terima kasih kamu mau menyembukan orang yang sama denganku’
Ia mendengar ada yang mebisikkan
kata-kata itu ditelinganya.
“Tentu,tentu Bella….”Tiko
menjawab itu dengan wajah tersenyum dan mata terpejam.Ia bahagia,bahagia
sekali.
TAMAT

