Disuatu universitas
terkenal di Jakarta,terlihat ada 8 orang yang sedang berbincang-bincang di
taman.Sepertinya mereka menikmati waktu istirahat.Mereka tampak asyik berbicara
kadang diselingi canda dan tawa.Mereka adalah Reni,Tiara,Angel,Gilia,Tom,Dion,Vandy,dan
yang terakhir Raka.
Reni adalah sosok gadis
yang periang dengan rambut bob kecoklatan,ia sedikit jahil namun hobinya
berdandan.Tiara,ia adalah tipe gadis tomboy dengan rambut panjang namun selalu
dikuncir dan disembunyikan dibalik topi atau jaket bertopi yang ia
kenakan,sukanya music metal dan segala hal yang berhubungan dengan
metal.Angel,ini dia.Gadis yang paling suka bergosip.Ia punya rambut lurus
dengan bergelombang di bagian bawah.Jika kalian punya rahasia,jangan bilang
padanya.Pasti belum ada 24 jam rahasiamu akan menyebar.Gilia,ia gadis cantik
yang kutu buku.Selalu mengenakan kacamata kuda dan membawa buku tebal.Ia cantik
sih,dengan rambut hitam panjang dan lurus alami, namun terhalang oleh
fashionnya yang terkesan cupu.
Tom,Dion,dan Vandy
adalah pria biasa seperti kebanyakan pria di dunia.Sedangkan Raka adalah sosok
pria dingin,cuek,dan termasuk kutu buku.Penampilan yang super ‘WOW’ dengan kaos
hitam yang dilapisi kemeja kotak-kotak biru yang lengannya dilipat sampai
siku.Celana jeans dan kakinya terbalut rapi oleh sepatu merk terkenal.Dengan
gaya rambut emo tak lupa anting kecil tersemat di daun telinganya,membuatnya
disebut ‘Pangeran’.Ia banyak digemari kaum hawa.
“Hei,rencana liburan
mau kemana..??Tinggal 6 hari lagi lho,sebelum liburan….”Reni mulai membuka
pembicaraan.
“Auk,ah..!! Kalo aku
sih,mau seneng-seneng aja.Ke mall,jalan-jalan.Pokoknya yang seru-seru
deh….”dengan gaya mulut bebek Anggel mengutarakan rencana liburannya.
“Mulutmu,tuh.Benerin
dulu.Mulut dah lebar dan tebal kaya ban truk,masih di gaya-gayain kayak
bebek.Gak pantas tau.Kaya abis kejepit pintu…..”Tiara mencubit bibir Angel dan
menariknya pelan.
“Aduuhhhhhh……!!!!”
Angel melepaskan tangan Tiara dari bibirnya.Lalu mengusapnya pela.
“Tau,gak sih,ini
bibir seksi tahu.Kayak Anggelina Joule….”Angel memonyong-monyongkan bibirnya.
“Apaan,malah mirip
bibirnya ikan arwana.Lagipula bukan Angelina Joule tapi Angelina Julik…”.Semua
tertawa keras kecuali Raka,Gilia dan Angel yang di ejek.
“Sudah-sudah kasian
tahu,jangan di ejek mulu ah,Angelnya…”Gilia menghentikan tawa mereka.Seketika
itu mereka semua berhenti tertawa.Sedangkan Raka menatap penuh arti pada Gilia.
“Jadi liburan kalian
mau kemana…???”Gilia bertanya kepada teman-temannya.
“Aku juga kurang tahu,belum
punya rencana…”Dion menyahut.
“Betul,betul,betul….Kami
juga belum..”Tom dan Vandy menjawab serentak.
Lalu mereka
hening.Tampaknya mereka memikirkan rencana liburan mereka.
“Bagaimana kalu puncak,Keluargaku
punya satu vila disana. Kita liburan bersama.Biar seru…”Suara itu mengagetkan
mereka.Bagaimana tidak.Suara itu dari Raka,yang notabenenya jarang banget
bicara.
“Wah..!! Ide bagus.Aku
setuju…..”Reni langsung berdiri dengan wajah sumringah.
“Aku juga….”Angel
menyahut.
“Akupun…..”Tiara juga
menyetujui. “Bagaiman kalia Tom dan Vandy…”imbuhnya.
“Aku setuju,sepertinya
seru….!! Bagaiman menurutmu Tom…”Vandy merangkul pundak Tom.
“Hm….!! Tidak
buruk.”Tom menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
“Lalu bagaimana
denganmu Gilia…”tanya Vandy.
“Aku……..ikut.”Gila menjawab
itu disertai senyum tipis yang manis.
“Yosh…..!! 6 hari lagi
kita berkumpul di rumahku.Jam 08.00 tepat…..”Reni membuat keputusan.Karena
rumah Reni lebih dekat dengan jalan menuju puncak.
“Baiklah…..”jawab
mereka dengan semangat.Kecuali Raka dan Gilia.Raka diam saja sedang
kan Gilia
hanya tersenyum.
“Pasti akan sangat
menarik…”gumam seseorang dibalik buku dengan seringai mengembang indah di
bibirnya .
6 hari kemudian………….
Rumah
Reni tampak ramai dengan 4 mobil sport yang terparkir rapi di halaman.Sepertinya
itu milik teman-temannya.
“Baiklah,aku dan Raka
satu mobil.Angel dengan Tom,Tiara dengan Dion,dan Gilia dengan Vandy…”Reni
membagi tempat kendaran.
“Kau dengan Raka…?? Aku
tidak setuju.Seharusnya kau dengan Raka…”Angel protes karena ia tak satu mobil
dengan Raka.Sedangkan ia sendiri menyimpan rasa terhadap Raka.Ianginnya ia
mengungkapkan kata hatinya saat ia satu mobil dengan Raka.
“Tidak,tidak,tidak..!!!!
Raka sama aku aja.”Tiara sepertinya tak mau kalah.
“Aku…”kata Reni.
“Aku…”kata Angel.
“Aku…”kata Tiara.
Tom,Dion,dan Vandy
mengehla nafas.Karena mereka sudah serig melihat pertengkaran konyol
mereka.Gila mulai panic.Sedangkan yang diperebutkan cuek-cuek aja.
“Sudahlah kalian…!!
Biar Gilia saja yang satu mobil dengan Raka.Kalian itu gak bisa kalau tidak
bertengkar berebut Raka.”Tom yang mulai jengah melerai mereka.
Sebelum mereka
protes,Vandy menyela “Kalau kalian menolak,kalian kami tinggal…”ancam Vandy.
Akhirnya Reni satu
mobil dengan Tom,Angel dengan Vandy dan Tiara dengan Dion.Tom,Dion,Vandy,dan
Raka mulai menyalakan mobilnya.
“Sudah kau cek semua
barangmu…”Raka membuka pembicaraan.
“Tentu,…”Gilia
menjawabnya dengan senyum manis.Sedangkan Raka tersenyum kecil.Dan kembali
menghadap depan.Terlihat semburat tipis di pipinya.
Mobil mereka berempat
membelah jalan.Dan perjalanan yang penuh akan ketegangan dimulai…….
Sesampainya
mereka di puncak,mereka segera pergi ke vila milik Raka.
“Wah…!!!
Villa milik keluargamu bagus juga ya……”Angel yang baru keluar dari mobil
bersama Vandy,terkagum-kagum dengan kemewahan Villa milik keluarga Raka.
“Hm…aku
setuju.Udara disekitar juga sejuk.Nyamaaaaaannnn…..banget…!!!”Reni yang
tampaknya juga baru keluar dari mobil dengan Tom,juga setuju dengan pendapat
Angel.Yang disusul Tiara dan Dion.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………….!!!!!!!”Semua
orang yang disitu kaget.Lalu menoleh ke sumber suara.
“Apa……?????”Tiara
yang menjadi sasaran penglihatan hanya cuek bebek.
“Apa-apaan kamu
Tiara.Maen teriak.Kamu pikir ini hutan….”omel Dion.
“Apa sih,biasa aja
kali,yang punya Villa juga nggak keberatan.”bela Tiara dengan cuek-bebek.
“Ayo,masuk..”ajak Raka.
Lalu mereka melenggang
masuk Villa.Raka memencet bel…
Ting….Tong….
Setelah beberapa
saat,keluarlah 2 pembantu wanita,dan dua pembantu pria.
“Selamat datang tuan
muda,kami sudah menjalankan semua perintah Anda…”keempat maid itu membungkuk
sopan.
“Aa….!! Sekarang kalin
antar teman-temanku ku kamar mereka…”perintah Raka.
“Baiklah,Tuan
muda…”Lalu mereka menghadap ke teman-teman Raka…. “Mari….”
Lalu
Reni,Angel,Tiara,Gilia,Tom,Vandy,dan Dion mengikuti ke 4 maid tersebut.Tapi
sebelum beranjak tangan Gilia di cekal Raka.
Gilia menoleh,lalu
memangdang pergelangan tangannya yang di cekal Raka, “Ada apa…???”
“Ikut aku…”Lalu Raka
menyeret Gilia ke lantai 3 lewat tangga darurat.
“Hei…..!!!”Gilia hanya
protes namun tak di hiraukan oleh Raka.
“Ini kamarmu…”Lalu Raka
membuka pintu bercat putih itu.
“Ha….????”Gilia hanya
cengo.
“Dan tepat di depan
kamarmu ini,adalah kamarku.Jika kau butuh bantuan,mintalah padaku.Jangan kepada
orang lain,aku tak suka”Lalu Raka masuk ke kamarnya.
“Hei…..!!!”Gilia
mencoba memanggil Raka,namun sepertinya terlambat,Raka terlanjur masuk ke
kamarnya.
“Apa,maksudnya……”guman
Gilia.Lalu ia mengangkat bahu pertanda cuek.Ia segera masuk kamarnya untuk
istirahat.
To
Be Continues….


0 komentar:
Posting Komentar